SketsaNusantara.id - Mahasiswa sebuah perguruan tinggi tewas setelah loncat di gedung kampus dan meninggalkan sebuah sajak.
Anehnya lagi, mahasiswa Universitas Tarumanegara atau Untar tersebut rupanya meninggalkan catatan yang menggunakan bahasa Mandarin.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, sajak berbahasa Mandarin itu telah diterjemahkan menurut kepolisian.
Baca Juga: Razman Arif Nasution Laporkan Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid Sebut Tak Ada Relevansinya
Hal itu diungkap oleh Kapolsek Grogol Petamburan Kompol Reza Hafiz Gumilang bahwa sajak itu ketika diterjemahkan ke google translet berisikan sajak tentang kehidupan.
"Barang bawaan hanya ponsel, buku pelajaran, dengan catatan," ujar Kompolsek Reza Hafiz.
"Kita sudah buka semua dengan keluarga dan pihak kampus," tambahnya.
Dari tas yang ditinggalkannya mahasiswa Untar itu hanya meninggalkan buku pelajaran, ponsel dan sajak itu.
Namun ketika ditanya perihal kemungkinan ada bullying maka kepolisian mengaku masih menyelidiki hal itu.
"Kami masih membuka semua kemungkinan," jawab Kompolsek Reza Hafiz.
"Bullying juga coba kita dalami," tambahnya.
Sedangkan dari keterangan orang tua, kepolisian juga mengakui bahwa tak ada gelagat atau tanda-tanda bahwa yang bersangkutan mengalami depresi atau yang lain.
Artikel Terkait
Ketahuan membawa Alat Peraga Kampanye di Mobilnya, Oknum Camat di Lampung Sampai Sembunyi di Bawah Meja
Bagian dari Tim Pemenangan Pramono-Rano, Inilah Harapan Cornelia Agatha Jika Terpilih dalam Pikada Jakarta 2024
Siapa yang Menarik Perhatian dalam Debat Cagub Cawagub Jakarta? Ini Jawabannya Berdasarkan Survey
7 Solusi Dharma Pongrekun Atasi Macet Jakarta, Salah Satunya Budaya Antre Masuk Kurikulum Pendidikan
Gerombolan Pemuda Bawa Sajam di Semarang jadi Kicep Dikasih Paham Bapak TNI, Netizen: Suara Bogeman ke Mukanya Bikin Candu