Jokowi dinilai salah tempat karena mengucapkan itu di depan TNI.
"Jadi, itu pun sudah menunjukkan Pak Jokowi salah tempat, meminta itu, mengucapkan itu di depan kalangan militer," lanjut Rocky.
Jokowi disebut tidak memahami momentum karena mengucapkan pernyataan tersebut di depan militer.
Ucapan itu mengesankan bahwa akan ada gangguan pada proses pergantian presiden.
Baca Juga: Warisan Utang Jokowi Jadi Beban Rakyat, Ryaas Rasyid: Tidak Pernah dalam Sejarah Republik ini
Padahal, yang namanya gangguan adalah hal biasa dan merupakan bagian dari proses demokratis.
"Jadi, seolah-olah TNI, bersiaga ya kalian, karena nanti ada proses pemindahan kekuasaan, proses pergantian presiden, dan sangat mungkin ada gangguan, ya biasa saja, kalaupun ada gangguan kan itu proses demokratis, jadi jangan minta tentara itu atau militer itu ikut di dalam proses-proses sipil, itu intinya," kata Rocky.
Peran tentara dalam sebuah negara demokrasi bukan untuk mengamankan kerusuhan atau pertengkaran politik.
Sehingga, Jokowi disebut harus belajar fungsi militer dalam kehidupan demokrasi.
"Jokowi harusnya belajar apa sebetulnya fungsi militer di dalam kehidupan demokrasi," kata Rocky.
Rocky pun menyebut ucapan Jokowi di acara tersebut tidaklah pantas. Pasalnya, TNI tidak bertugas untuk mengamankan politik.
"TNI tidak bertugas untuk mengamankan politik, itu pentingnya untuk dipahami," pungkas Rocky.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kaesang Kaget Diajak Kunjungan ke Kandang Hendy Siswanto, Putra Jokowi: Semoga Dukungan Penuh ke Gus Fawait
Hening Saat Jokowi Dipanggil tapi Tepuk Tangan Kala Prabowo Disebut di Pelantikan Anggota DPR RI 2024-2029, Rocky Gerung: Tragis!
Ramai Baliho Jokowi dan Iriana Bertuliskan 'Teruslah Menjadi Guru Bangsa', Said Didu: Gurunya Seperti Dia, Muridnya Kayak Apa?
Muncul Kekhawatiran Adanya Manuver Jokowi di Akhir Rezim, Ryaas Rasyid Sebut Rakyat Sudah Stres
Jokowi Disebut Tak Punya Etika di Masa Akhir Jabatan, Menteri Era Gus Dur: Orang Sudah Paranoid