Sementara itu, kontak terakhir Meutya dengan Metro TV terjadi pada 15 Februari yang artinya itu sudah terjadi tiga hari sebelumnya.
Mereka berdua pada akhirnya dapat dibebaskan dari kelompok pria bersenjata di Irak ini pada 21 Februari 2005.
Sebelum ke Irak, Meutya juga pernah meliput tragedi tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004 lalu.
Setelah itu, ia diketahui Meutya melakukan lunching buku ciptaan tulisannya sendiri pada 28 September 2007.
Buku hasil karyanya sendiri tersebutt berjudul "168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak".
Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut memberikan tulisannya pada bagian pengantar dari bukunya itu
Selain presiden, beberapa tokoh lain juga tutur menyumbang tulisannya, diantaranya seperti Don Bosco Selamun (Pemimpin Redaksi Metro TV 2004-2005) dan Marty Natalegawa (Mantan Juru Bicara Departemen Luar Negeri).***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Siapakah Tosari Widjaja? Inilah Profil Duta Besar Indonesia untuk Maroko yang Meninggal Dunia pada Usia 84 Tahun
Sempat Viral! Profil Alfin, Anak Pemulung yang Berhasil Raih Beasiswa S1 Hingga S2 Ilmu Hukum, Perjuangannya Gak Main-Main
Siapa Irjen Roycky Harry Langie? Inilah Profil dan Riwayat Pendidikan Polisi yang Baru Saja Resmi Menjabat Sebagai Kapolda Sulawesi Utara
Siapa Irjen Andi Rian Ryacudu? Inilah Profil Jenderal Bintang Dua yang Resmi Menjabat Kapolda Sulawesi Selatan
Profil Irjen Yudhiawan Wibisono yang Turut Dimutasi dan Kini Menjabat Sebagai Kapolda Sulawesi Selatan, Ternyata Pernah Berkiprah di KPK