SketsaNusantara.id - Bawaslu Kabupaten Gresik menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas administrasi dan komunikasi publik melalui pelatihan khusus yang diadakan di Hotel Aston Gresik.
Selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Gresik mendapat pelatihan intensif mengenai Tata Naskah Dinas, Kearsipan, dan Kehumasan.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Siti Umi Hanik, Pemimpin Redaksi Radar Gresik, dan Tiwuk Sutanti, seorang dosen dari IAI Al Khairat Pamekasan.
Keduanya memberikan materi yang sangat relevan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas Panwaslu dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Siti Umi Hanik membuka sesi pelatihan dengan memaparkan teknik penulisan berita yang efektif. Menurutnya, menentukan sudut pandang berita (angle) merupakan langkah pertama yang krusial dalam proses penulisan.
"Sudut pandang berita adalah kunci untuk menjaga fokus dan relevansi sebuah berita. Dengan menetapkan angle yang jelas, penulis dapat menyajikan informasi yang tepat sasaran tanpa melenceng dari substansi utama," jelas Siti, dilansir SketsaNusantara.id dari laman gresik.bawaslu.go.id.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan kalimat aktif dan sederhana dalam penulisan berita.
"Berita harus disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh pembaca. Hindari kalimat yang terlalu panjang dan kompleks," tambahnya, sambil menekankan penggunaan prinsip 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) dalam setiap berita.
Di sesi kedua, Tiwuk Sutanti berbagi wawasan tentang peran penting kehumasan dalam lembaga. Ia menyoroti bagaimana humas bukan hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk membentuk persepsi publik.
Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Jombang Biarkan Menjamurnya Baliho Bacakada
"Kehumasan harus mampu merancang strategi yang dapat mempengaruhi publik melalui media. Ini termasuk menyusun konten editorial yang menarik dan mengkomunikasikan pencapaian lembaga secara efektif," ujarnya.
Tiwuk menambahkan bahwa strategi humas yang baik mampu mendukung inisiatif baru dan meningkatkan citra lembaga di mata publik. "Dengan strategi yang tepat, humas dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mencapai tujuan organisasi," tutupnya.
Artikel Terkait
Perkuat Mitigasi, Bawaslu Gresik Beberkan 12 Peta Kerawanan Pemilihan, Ada Potensi Bencana Alam
Bawaslu Bangkalan Periksa ASN atas Dugaan Pelanggaran Netralitas, jadi Tantangan Khusus di Tengah Kontestasi Pilkada Serentak 2024
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengawasan Pemilu, KPU dan Bawaslu Kota Mojokerto Petakan Kerawanan Pilkada 2024
Luncurkan Pemetaan Kerawanan, Bawaslu Sidoarjo Temukan 15 Potensi Kerawanan Jelang Pilkada Serentak 2024
Langkah Proaktif Bawaslu Ponorogo dalam Pemetaan Kerawanan Pilkada 2024 untuk Pemilu yang Aman dan Berkualitas
Kolaborasi dengan Stakeholder, Bawaslu Kota Malang Intensifkan Pengawasan di Titik Rawan pada Pilkada Serentak 2024