Ketua BPIP yang pernah aktif dalam sejumlah organisasi ini juga menjadi dosen pertama dari PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) yang lulus Harvard Law School.
Bahkan ia juga tercatat sebagai anggota American Association of University Professors.
Sepanjang karirnya, Yudian Wahyudi banyak menerbitkan artikel ilmiah dengan tema Islam Kontemporer.
Ia juga aktif sebagai penerjemah dan tercatat ada 40 buku bahasa Arab, 13 buku bahasa Inggris dan 2 buku bahasa Perancis yang berhasil ia terjemahkan.
Padahal, saat masih duduk di bangku sekolah dan kuliah, Yudian Wahyudi pernah bekerja sebagai pedagang kerupuk hingga kernet bis.
Berkat kegigihannya dalam menuntut ilmu, ia kemudian dipercaya untuk menjadi ketua BPIP hingga saat ini.
Walau begitu, karirnya sebagai dosen maupun ketua BPIP tidak selalu mulus.
Ia pernah tersandung beberapa masalah usai melontarkan pernyataan kontroversial.
Baca Juga: Resmi! Megawati Umumkan Calon Kepala Daerah yang Diusung oleh PDI Perjuangan
Salah satunya adalah pernyataannya terkait larangan memakai cadar bagi mahasiswi UIN Sunan Kalijaga.
Bahkan pernyataannya yang paling kontroversal pernah membuatnya dipanggil oleh Komisi II DPR RI.
Ia pernah mengatakan bahwa ‘Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuk terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan’.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Viral Kabar Kewajiban Lepas Hijab Bagi Paskibraka 2024 Tuai Kecaman, Hidayat Nur Wahid: Kabarnya atas Arahan BPIP
Resmi! Megawati Umumkan Calon Kepala Daerah yang Diusung oleh PDI Perjuangan
Sidang Perdana Harvey Moeis Beberkan Sejumlah Dakwaan Dugaan Korupsi Timah, Bikin Negara Rugi dengan Jumlah Gak Masuk Akal!
Heboh Adanya Dugaan Kewajiban Paskibraka 2024 Lepas Hijab hingga Menuai Protes Keras dari Banyak Pihak, MUI: Tidak Pancasilais!
6 Fakta 18 Paskibraka Lepas Jilbab: Bertentangan dengan Pancasila hingga Mundur seperti Zaman Orde Baru
Bawa 3 Anak, Seorang Ibu di Tangerang Menghilang Setelah Kenalan dengan Orang via TikTok, Diduga Pergi ke Kalimantan
Kronologi Meta Hilang Bersama 3 Anak Dibawa Veronika ke Kalimantan, Sang Suami Mulai Membongkarnya saat di Sekolah