SketsaNusantara.id - Serah terima Kirab Maskot Pilkada 2024 dari KPU Kabupaten Sumenep ke KPU Kabupaten Pamekasan berlangsung di area Monumen Arek Lancor, pada Minggu, 4 Agustus 2024.
Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jawa Timur, Miftahur Rozaq menjelaskan kegiatan kirab maskot yang digelar dari daerah ke daerah merupakan bagian dari metode untuk mensosialisasikan Pilkada 2024.
Sehingga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.
Rozaq menjelaskan, pada Pemilu 2024 tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Pamekasan terbilang tinggi, yakni mencapai 97 persen.
Ia berharap pada Pilkada 2024 tingginya partisipasi masyarakat di Kabupaten Pamekasan bisa terjaga, bahkan ditingkatkan.
“Mudah-mudahan angka partisipasi di Pilkada serentak 2024 tidak jauh dari angka partisipasi masyarakat di pemilu 2024 lalu," ujarnya dikutip SketsaNusantara.id dari laman jatim.kpu.go.id.
Rozaq menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat di Kabupaten Pamekasan menjadi bukti masyarakat setempat telah menjalankan hak konstitusi sebagai warga negara.
Yaitu untuk ikut menentukan pimpinan di masa mendatang.
Masih dikatakan Rozaq, setiap elemen masyarakat turut serta memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan Pilkada 2024.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan, Achmad Faisol menyambut baik kedatangan tim Kirab Maskot Pilkada 2024 di daerahnya.
Ia pun berpendapat, kirab maskot merupakan salah satu upaya untuk mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati pada 27 November 2024.
Artikel Terkait
Kolaborasi Kunci Keterlibatan Masyarakat, KPU Bondowoso Gandeng Media untuk Sukseskan Pilkada 2024
Tahapan Rekapitulasi DPHP, KPU Kabupaten Madiun Temukan 10 Ribu Lebih Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat
Hasil Pemetaan Jajaran di Bawah, KPU Kabupaten Madiun Tegaskan Ada Penambahan TPS di 2 Titik Lokasi
KPU Kabupaten Trenggalek Siapkan TPS Khusus di Rutan Kelas IIB Trenggalek untuk Pilkada 2024
Dinsos Madiun Dorong KPU Perbaiki Pendataan Pemilih dalam Pilkada 2024, Prioritaskan Disabilitas dan ODGJ