"Jika nama Pak Muji disandingkan sebagai wakil Bu Ipuk bagaimana, apakah Bapak siap," tanya CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono.
Dalam kesempatan tersebut, H Mujiono lantas mengenang sejarah saat ikut seleksi Sekda Banyuwangi untuk mendampingi Ipuk Fiestiandani.
"Daftar seleksi sekda saja karena diperintah, secara pribadi tidak minat karena banyak senior pejabat yang lebih layak dan lulusan IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Sementara saya lulusan teknik," tutur Ir. H. Mujiono kepada rombongan CEO Promedia Teknologi Indonesia.
Di luar prediksi sebelumnya, namanya kemudian terus lolos tahapan seleksi Sekda Banyuwangi.
"Sampai saat itu saya masih enggan untuk jadi sekda. Sampai bolak balik diminta pun saya tolak dan akhirnya tidak berkutik lagi," ungkapnya.
Mujiono menegaskan bahwa dalam Pilkada Serentak 2024 tentang santer namanya dikaitkan akan menjadi bakal pendamping petahana masih tergantung perintah. Selain itu, pejabat asal DusunKedawung, Desa Sraten, Cluring Banyuwangi ini juga masih mempelajari aturan main.
"Apakah seorang ASN jika maju dalam Pilkada bisa cuti atau harus mengundurkan diri, ini masih kita pelajari. Jika diperintah, apa boleh buat," ungkapnya.***
Artikel Terkait
Pasangan Ideal, AHY Dukung Khofifah-Emil Dardak Pilkada Jatim Periode Kedua
KPU Lamongan Selenggarakan Sosialisasi PKPU No 8, Jelang Tahapan Pilkada Serentak 2024
Masuk Pekan Kedua Tahapan Coklit Data Pemilih Pilkada 2024, Bawaslu Tuban Temukan Kasus Dugaan Pemilih TMS
Harta Kekayaan Bupati Kendal Dico Ganinduto yang Mendapat Dukungan Golkar dan PSI untuk Maju di Pilkada 2024
KPU Kota Madiun Sosialisasi PKPU Nomor 8 Tahun 2024, Jabarkan Persyaratan hingga Batas Usia Calon Kepala Daerah pada Pilkada 2024
Berkaca Partisipasi Masyarakat Pemilu 2024, KPU Kabupaten Mojokerto Dongkrak Parmas Pilkada