Baca Juga: Hadapi Kendala di Lapangan saat Proses Coklit, PPK Binakal KPU Kabupaten Bondowoso Lakukan Evaluasi!
"Jadi yang dilakukan kelima orang itu jauh dari prinsip NU: tawazun dan i’tidal," terangnya.
3. Presiden Israel cuma simbol seremonial
Dijelaskan Prof Nadir, Presiden Israel tidak menjalankan roda pemerintahan sehari-hari, Ia hanya bertindak sebagai simbol.
"Jadi alasan mau berdiskusi soal konflik dg dia itu menunjukkan ketidakpahaman soal struktur pemerintahan Israel. Lagipula seruan damai Sekjen PBB dan Paus Fransiskus saja dicuekin, mereka ini siapa kok merasa bisa mempengaruhi kebijakan Netanyahu," tegas Gus Nadir.
Baca Juga: Profil Zita Anjani, Ketua DPP PAN yang Sebut Kaesang Cocok Pimpin Jakarta, Intip Kesibukannya
4. Tolak program Serupa
Menurut Gus Nadir, program kunjungan serupa sudah lama berjalan bertahun tahun dan selalu memicu kontroversi.
"Saran saya mereka yg merasa tokoh/aktivis/ulama sebaiknya menolak undangan semacam ini selama konflik belum usai. Yang untung cuma Israel dg kunjungan dari NU. Mudharatnya lebih banyak," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Jelang Tahapan Pencalonan, KPU Kota Batu Mulai Sosialisasikan PKPU Nomor 8 Tahun 2024
Sasar Suku Tengger, Bawaslu Jatim Pantau Uji Petik Coklit di Wilayah Rawan Pelanggaran Administrasi
DPP PPP Berikan Surat Tugas ke Gus Fawait, Bacabup Jember: Kami Diminta Segera Serahkan Nama Cawabupnya
Berkaca Partisipasi Masyarakat Pemilu 2024, KPU Kabupaten Mojokerto Dongkrak Parmas Pilkada
Zita Anjani Sebut Kaesang Cocok Maju Pilgub Jakarta, Tinggal Tunggu Waktu, Mau Duet?
5 Fakta Insiden Penembakan Donald Trump, Benarkah Karena Kurangnya Pengamanan Calon Presiden AS Saat Kampanye?
Siapa Zita Anjani? Profil dan Biodata Anak Zulkifli Hasan yang Diisukan Duet dengan Kaesang di Pilgub Jakarta