SketsaNusantara.id - Mengenang tragedi pilu yang menimpa tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur pada 13 Mei 2018 silam.
Tragedi memilukan tersebut merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno.
Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro.
Baca Juga: Minggu Kedua Coklit Pilkada Serentak 2024, KPU Banyuwangi Telah Capai 80 Persen Lebih
Kronologi rentetan aksi bom bunuh diri 3 gereja di Surabaya tersebut diawali dengan adanya ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada pukul 07:00 WIB disusul dengan 2 ledakan lainnya.
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Benny Pramono mengatakan, pelaku pengeboman di salah satu gereja di Surabaya yakni seorang ibu yang membawa dua anak.
Tragedi naas aksi bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya waktu itu dikabarkan menelan korban sebanyak total 28 orang yang dinyatakan tewas dan 57 orang dinyatakan luka parah.
Salah satu korban pada aksi bom bunuh diri tersebut adalah Ipda Ahmad Nurhadi yang merupakan Panit Sabhara Polsek Gubeng Surabaya.
Dikatakan bahwa Ipda Ahmad Nurhadi pada hari aksi pengeboman tengah bertugas menjaga Gereja Santa Maria Tak Bercela bersama rekannya.
Tanpa ia ketahui, Ipda Ahmad Nurhadi telah menjadi salah satu sasaran ledakan teroris yang menyerang gereja tersebut.
Pasca peristiwa aksi bom bunuh diri tersebut, Ipda Ahmad Nurhadi harus menelan pil pahitnya kehidupan, karena dinyatakan kondisi kedua matanya yang cukup parah akibat serpihan bom membuat dirinya buta permanen.
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif Giovanni Edgar Triandana, Pemuda Putra Tukang Kue yang Lolos Jadi Polisi Tanpa Keluarkan Biaya Sepeserpun
Profil dan Biodata Gus Fawait, Presiden Laskar Sholawat Nusantara yang Digadang Maju dalam Pencalonan Bupati Jember 2024
Diberi Gelar Supertalent 2024, Putri Indonesia, Harashta Haifa Zahra Bawa Kecapi dan Bubuy Bulan Go International
Profil Riza Patria, Pasangan Marshel Widianto di Pilkada Tangsel 2024? Putra Kalimantan Eks Wagub DKI Jakarta
Tahapan Coklit di Bondowoso Capai 70 Persen, Divisi Teknis KPU Abu Sofyan: Ada Beberapa Kendala yang Kami Hadapi