Minggu, 19 Juli 2026

Minggu Kedua Coklit Pilkada Serentak 2024, KPU Banyuwangi Telah Capai 80 Persen Lebih

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Senin, 8 Juli 2024 | 10:50 WIB
Komisioner KPU Banyuwangi Enot Sugiharto saat memberikan sosialisasi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Komisioner KPU Banyuwangi Enot Sugiharto saat memberikan sosialisasi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi tengah melakukan proses pemuktahiran data pemilih dengan Pencocokan dan Penelitian (coklit).

Proses coklit dilaksanakan mulai tanggal 24 Juni hingga 24 Juli 2024 mendatang, yang tersebar di 217 desa dan kelurahan di 25 kecamatan di Banyuwangi.

Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Enot Sugiharto mengatakan, di Banyuwangi sampai dengan minggu kedua coklit ini sudah tercapai sebanyak 80 persen lebih.

Baca Juga: Mahfud MD Sentil Rektor Unair Terkait Pemberhentian Dekan FK Budi Santoso Gegara Tolak Dokter Asing, Singgung Soal 'Lempar Batu Sembunyi Tangan'

"Alhamdulillah proses coklit sudah berjalan dengan baik di 217 desa dan kelurahan, totalnya sekitar 80 persen coklit yang dilakukan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi SketsaNusantara.id melalui telepon seluler, Senin, 8 Juli 2024.

Ia menerangkan, angka tersebut cukup maksimal karena KPU Banyuwangi dibantu oleh pantarlih yang sudah bekerja dengan maksimal.

“Pantarlih kami total 5134, yang sudah bekerja dengan maksimal dalam proses coklit di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga: KPU Kabupaten Lumajang Perkenalkan 'SUJALI', Maskot Pilkada 2024 yang Cerminkan Budaya Lokal

KPU Banyuwangi melakukan percepatan untuk bisa proses coklit bisa selesai sebelum tanggal yang sudah ditetapkan.

“Jadi kami melakukan percepatan dengan menghitung hasil coklit secara berkala, dan kami berharap sebelum 24 selesai dilaksanakan,” imbuhnya.

Enot menerangkan, kendala yang dialami dalam proses coklit ada beberapa salah satunya terkait kondisi cuaca yang kerap hujan.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam, Keraton Yogyakarta Lakukan Tradisi Mubeng Beteng pada Malam 1 Suro, Ini Maknanya

“Memang hujan ini menjadi kendala tersendiri, sehingga membuat lokasi di wilayah pinggiran gunung Raung.

“Di pinggiran gunung raung ini menjadi sulit saat hujan, sehingga jadi kendala tersendiri. Tetapi tidak menjadi masalah yang besar,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X