Peserta kemudian didampingi oleh tim dari PKBM Miftahun Najah dan PLHK LP2M menuju Edukasi Zafir Coffe Edukasi dan Saung Kreatif untuk menyaksikan proses pengolahan kopi dan menyaksikan para siswa PKBM membuat berbagai merchandise.
Berikutnya para peserta menuju Edukasi Urban Farming, dan terakhir menuju Edukasi Ovis. Dua edukasi terakhir ini penting disampaikan dengan harapan dapat berbagi cerita baik yaitu solusi inovatif untuk memberikan manfaat ganda berupa penyediaan pangan sehat dan segar, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan komunitas lokal.
Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). menegaskan “Sekolah Sadar Lingkungan adalah gerakan dari Unej untuk Indonesia bahkan untuk dunia bukan hanya bersifat lokal.
Sekolah Sadar Lingkungan ini merupakan forum multipihak untuk berbagi pembelajaran dan praktik terbaik dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sekolah Sadar Lingkungan yang dilaksanakan oleh Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan LP2M Universitas Jember berperan penting untuk role model dalam menghadapi krisis lingkungan.
Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) LP2M Universitas Jember perlu bekerja sama dengan stakeholder terkait pelaksanaan dan pengembangan Sekolah Sadar Lingkungan sehingga dapat berjalan berkelanjutan.”
Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian DLH Kabupaten Banyuwangi, Rudianto, juga menyatakan pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim sebagai dampak emisi gas rumah kaca yang merupakan investasi perilaku kita. Melalui sekolah sadar lingkungan ini menjadi satu media yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.
“Sebagai institusi perguruan tinggi yang berkomitmen pada prinsip-prinsip keberlanjutan, kami mendukung upaya-upaya dalam pelestarian lingkungan salah satunya melalui kegiatan sekolah sadar lingkungan yang melibatkan para stakeholder sehingga ini berbagi cerita baik ini bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A. selaku Wakil Ketua III LP2M Universitas Jember.
DPD FK PKBM Kabupaten Banyuwangi sekaligus Kepala Sekolah PKBM Miftahun Najah, Dr. Rizal Dhofir, S.S., M.Pd., menyatakan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pada lingkungan.
“Pentingnya kampus tidak lagi menjadi menara gading tapi harus bisa bermanfaat untuk masyarakat. Peliknya isu lingkungan jangan sampai membuat kita tersandera sehingga tidak melakukan apa-apa. Kita tetap harus bergerak sekecil apapun semampu kita dengan pembiasaan baik berupa kepedulian pada lingkungan,” ujarnya.
Warek III Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. menegaskan kegiatan tersebut sebagai komitmen perguruan tinggi dalam aktualisasi Tridharma Perguruan Tinggi untuk mengatasi krisis lingkungan.”***
Artikel Terkait
Rekom PKB Sold Out! DPC PKB Jember Siap Panaskan Mesin untuk Pilkada 2024
Tak Cuma Peningkatan Jalur KA, BTP Kelas 1 Surabaya Juga Upgrade Stasiun dan Jembatan di Jember, Ini Datanya
Bupati Jember, Hendy Siswanto Upayakan Letkol. Inf. Moch. Sroedji Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Empat Hari Pencarian, Remaja yang Terseret Ombak Pantai Payangan, Jember, Ditemukan, Begini Kondisinya
200 Juta Melayang! Rumah Salah Satu Warga Luluh Lantak Dilalap Si Jago Merah, Begini Kronologi Kebakaran di Jember