SketsaNusantara.id - Pulau Jawa, meskipun hanya merupakan pulau terbesar ke-13 di dunia, menampung lebih dari 154 juta jiwa.
Populasi salah satu pulau di Indonesia ini bahkan melampaui jumlah penduduk Rusia, negara terbesar di dunia, yang memiliki sekitar 146 juta jiwa.
Pulau Jawa, dengan luas wilayah yang relatif kecil, menjadi pulau terpadat di dunia, mengalahkan pulau-pulau besar lainnya seperti Honshu di Jepang dan Inggris di Britania Raya.
Salah satu alasan utama kepadatan penduduk di Jawa adalah keberadaan Jakarta, ibu kota Indonesia, yang memiliki populasi metropolitan lebih dari 11 juta jiwa.
Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang bagaimana pulau yang relatif kecil ini bisa memiliki populasi yang begitu besar.
Dilansir dari kanal YouTube Mr Frestea, Indonesia, yang terletak di wilayah berbahaya "Ring of Fire" atau cincin api, berada di antara tiga lempeng tektonik besar: Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia.
Baca Juga: Sempat Memicu Kekecewaan, Garuda Indonesia Akhirnya Buka Suara soal Pemulangan Jemaah Haji Indonesia
Kondisi ini membuat Indonesia memiliki lebih dari 127 gunung berapi aktif, dengan Pulau Jawa sendiri memiliki 45 gunung berapi aktif.
Tentu, ini termasuk Gunung Merapi yang terkenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.
Gunung berapi di Jawa, meskipun membawa risiko bencana, juga memberikan manfaat besar.
Setiap kali meletus, gunung berapi memuntahkan mineral yang memperkaya tanah, menjadikannya sangat subur dan ideal untuk pertanian.
Inilah mengapa Pulau Jawa telah menjadi pusat produksi pangan, terutama beras, yang merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia.
Artikel Terkait
Diusung PKS Jadi Calon Gubernur Jakarta pada Pilkada Serentak 2024, Segini Harta Kekayaan Anies Baswedan
Gerindra Tetap Raih 2 Kursi DPR RI Dapil Jatim 4, KPU Jember: Kami Sudah Menjalankan Proses Amar Putusan MK
Jelang Purna Tugas, Rumah Pensiunan Jokowi di Colomadu Karanganyar Mulai Dibangun, Luas Lahannya Bikin Netizen Melongo
Viral, Aksi Arogan Pengendara Motor Sport Toyor Satpam saat Ditegur, Netizen: Tinggal Nunggu...
Kacau! Hacker Retas Hingga 282 Data Kementrian dan Lembaga, Namun Pemerintah Hanya Mampu Pulihkan 44 Layanan yang Memiliki Backup