Kamis, 4 Juni 2026

Hutan Adat di Papua Terancam Hilang Berganti Perkebunan Sawit, Template Poster dan Tagar All Eyes on Papua Viral di Medsos

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 4 Juni 2024 | 16:26 WIB
Viral di media sosial poster All Eyes on Papua. Ada apa? (Instagram/@pastikasagala)
Viral di media sosial poster All Eyes on Papua. Ada apa? (Instagram/@pastikasagala)

 

SketsaNusantara.id - Belum lama ini media sosial dihiasi dengan ramainya poster "All Eyes on Papua".

Viralnya template poster "All Eyes on Papua" ini tidak hanya di akun media sosial Instagram saja, namun juga trending topik di Twitter.

Lantas, apa maksud poster dan tagar All Eyes on Papua tersebut?

Baca Juga: Jumlah Pupuk Meningkat Drastis, Serapan Petani Miris: Ini Penjelasan Pemkab Jember

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari Change.org, template poster All Eyes on Papua ini digunakan sebagai salah satu media untuk bersuara serta mendapatkan perhatian seluruh masyarakat Indonesia terkait hutan Papua yang dibabat oleh para pejabat dan petinggi dan diubah menjadi lahan perkebunan sawit.

Poster All Eyes on Papua ini terus diramaikan di media sosial sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Papua adat Awyu dam Moi.

Suku Awyu di Boven Digoel, Papua Selatan dan suku Moi di Sorong, Papua Barat Daya adalah dua suku di Papua yang tengah berjuang mempertahankan haknya lantaran terlibat gugatan hukum melawan pemerintah dan perusahaan sawit.

Baca Juga: Download 11 Link Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2024 Lengkap dengan Tema, Yuk Lestarikan Bumi!

Hutan adat yang didiami masyarakat Awyu tersebut konon akan diubah menjadi perkebunan sawit terbesar di Indonesia.

Aksi warganet yang turut meramaikan poster tersebut merupakan salah satu usaha netizen membantu masyarakat adat di Papua yang kini tengah memperjuangkan haknya terhadap hutan adat yang menjadi tempat tinggalnya.

Pembukaan lahan perkebunan sawit ini dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, mulai dari hilangnya hutan alam dan diperkirakan menghasilkan emisi 25 juta ton karbon dioksida.

Hal ini berarti dampak dikonversinya hutan di Papua menjadi perkebunan sawit ini tidak hanya dirasakan oleh seluruh rakyat Papua saja, tetapi juga masyarakat dunia.

Keberadaan hutan adat tersendiri sangat penting bagi masyarakat Papua untuk keberlangsungan hidup.

Baca Juga: Gus Jaddin Bakal Calon Perseorangan Diberi Waktu 5 Hari Perbaiki Syarat Pendaftaran di Pilkada Jember 2024

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Change.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X