Jumat, 24 Juli 2026

Tekan Hambatan Biaya dan Jarak, Pemkab Jember Resmi Gulirkan Layanan Homecare Bagi Warga Kurang Mampu

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 24 Juli 2026 | 16:08 WIB
Peresmian pelayanan Homecare di Jember (Dok Diskominfo Jember)
Peresmian pelayanan Homecare di Jember (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember resmi mengoperasikan program Homecare, sebuah inovasi medis jemput bola yang diluncurkan di Puskesmas Sumberbaru pada Jumat, 24 Juli 2026.

Layanan ini dirancang untuk menjamin masyarakat miskin di wilayah terpencil untuk mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar secara cuma-cuma tanpa perlu mengkhawatirkan beban biaya perjalanan.

​Acara peresmian program prioritas ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan nasional dan daerah, antara lain Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K); legislator DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian; serta Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule.

Baca Juga: Bunga Kredit PNM Turun Drastis dari 20 Persen ke 8 Persen, Bupati Gus Fawait Ungkap Angin Segar Bagi UMKM Jember

​Bupati Jember, Gus Fawait, menjelaskan bahwa gagasan Homecare lahir dari pengalaman pribadinya sewaktu kecil saat tumbuh di kawasan pedesaan sekitar Sumberbaru. Kala itu, dia menyaksikan langsung dinamika warga kurang mampu yang kerap mengabaikan kesehatan akibat ketiadaan biaya.

​"Pengalaman masa kecil memperlihatkan kepada saya bagaimana tetangga sulit berobat. Almarhum ayah saya selalu berpesan agar warga miskin selalu diprioritaskan dan dilindungi. Arahan senada juga terus ditegaskan oleh Ketua Umum kami yang saat ini menjabat sebagai Presiden RI," ungkap Gus Fawait.

​Gus Fawait menambahkan, tingginya angka kemiskinan di Jember berimbas langsung pada permasalahan kesehatan publik, mulai dari kasus tengkes (stunting) hingga angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB).

Baca Juga: Siapkan Ribuan Beasiswa, Bupati Jember Gus Fawait Dorong Siswa SMP dan MTS Tak Putus Sekolah

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mengambil langkah tegas dengan efisiensi anggaran secara besar-besaran, termasuk membatalkan pembeliaan kendaraan dinas pejabat, agar dananya dapat dialihkan untuk mendukung skema Universal Health Coverage (UHC).

​Meski program jaminan UHC sudah bergulir, pemerintah daerah mendapati temuan bahwa sebagian warga masih enggan bertandang ke fasilitas kesehatan. Penyebab utamanya adalah beban ongkos transportasi serta kekhawatiran kehilangan pendapatan harian jika harus meninggalkan pekerjaan.

​Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Jember mengerahkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan (nakes) untuk menyisir hunian warga dan memberikan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung di tempat.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Larang Keras Pungutan Liar Selama Masa Orientasi Sekolah

​Model operasional Homecare mengombinasikan tiga elemen utama. Mulai penanganan lapangan, fasilitas telemedicine, hingga sokongan pangan.

"Nakes di lapangan dibekali peralatan medis mendasar untuk mengevaluasi kondisi fisik pasien di rumah," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X