SketsaNusantara.id - Sosok Muhammad Abdi Maludin mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial, setelah beredar video pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menerima uang suap pasca menggelar aksi demonstrasi ke Istana Negara.
Sebagaimana diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum atau BEM FH UBK menggelar aksi demonstrasi pada hari Senin, 15 Juni 2026 lalu yang berujung pada pertemuan dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Aksi tersebut kini menuai polemik usai terungkap bahwa Ketua BEM FH UBK ternyata menerima uang suap dari aparat kepolisian. Tujuannya agar mahasiswa tak menggelar aksi lanjutan dan membubarkan aksi unjuk rasa di Istana Negara.
Muhammad Abdi Maludin lantas ramai jadi sorotan warganet, karena diketahui ia adalah Ketua BEM FH UBK yang ikut menerima uang suap dari kepolisian.
"Ingat muka mahasiswa ini? Namanya Abdi, Mahasiswa FH UBK yg sempat bertemu Wapres Gibran di Istana. Turns out, BEM mereka menerima uang suap dari uang Rakyat dan Abdi dapat sekian persen dari uang suap itu. DUNIA UDAH GILAAA!!" ungkap akun X @bismillahyuk_ yang seketika mencuri perhatian publik.
Abdi sendiri juga bukan sosok asing di mata publik, karena ia menjadi salah satu perwakilan mahasiswa UBK yang sempat bertemu dan berkesempatan dialog dengan Gibran di Istana Wapres.
Dalam pernyataannya setelah bertemu Gibran, Abdi menyebut pertemuannya dengan Wapres bukan settingan. Ia juga membantah berbagai tudingan miring yang selama ini beredar di media sosial.
Namun, sosoknya kini jadi buah bibir karena ternyata Abdi menerima uang suap dari polisi. Hal itu disampaikannya sendiri dalam Forum Klarifikasi BEM dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) UBK yang digelar pada hari Senin, 22 Juni 2026.
Warganet menyoroti pengakuan Abdi yang telah menerima uang dengan total senilai Rp20 juta. Ia mengaku menggunakan uang tersebut untuk biaya operasional dan dibagikan kepada rekan-rekannya termasuk mahasiswa senior.
"Saya mengaku salah dan meminta maaf kepada teman-teman semua. Uang itu diberikan pihak kepolisian untuk tidak lanjut aksi dan itu saya akui sebagai bentuk penyuapan kepada kami," kata Abdi dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @txtdarigenz97 pada hari Rabu, 23 Juni 2026.
Dalam pengakuannya, Abdi menyebut ada beberapa mahasiswa yang ikut menerima uang suap dari kepolisian. Nominal yang diterima pun bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta.
"Dari 20 (juta) tersebut saya gunakan sebagian untuk operasional dan dibagikan kepada 2 senior masing-masing Rp2,5 juta. Sisanya, saya kasih ketua dan wakil ketua BEM FEB masing-masing Rp2 juta, juga kepada wakil ketua saya (dari BEM FH terima Rp 2,5 juta," ungkapnya.
Artikel Terkait
Pernyataan Resmi BEM Kema UNPAD atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang Libatkan Guru Besar dan Mahasiswi Asing
Kenapa Dilarang? BEM UI Ungkap Alasan Ingin Lakukan Aksi Demo di Bundaran HI, Singgung Presiden Mengelak Kritik saat Ekonomi Tak Baik-Baik Saja
7 Fakta Bundaran HI, Ikon Jakarta yang Sempat Jadi Titik Aksi Demo BEM UI pada 12 Juni 2026, Ternyata Gagasan Bung Karno
Cerita Zaskia Adya Mecca Buka Posko Logistik untuk Dukung Aksi Demo BEM UI: Donasi Mengalir Tanpa Henti dari Rakyat untuk Rakyat
Heboh, Mobil Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dipasang Alat Pelacak, Terungkap Gara-gara Notifikasi di HP
Apa Itu PBX Finder? Mengenal Alat Pelacak yang Ditemukan di Kolong Mobil Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto