Prof. Nurkholis juga mengingatkan bahwa filter bahan bakar berpotensi lebih cepat kotor karena biodiesel dapat melarutkan endapan yang sebelumnya menempel di dalam tangki dan saluran bahan bakar. "Filter bahan bakar harus lebih sering dibersihkan atau diganti karena potensi penyumbatan lebih besar," jelasnya.
Oleh karena itu, pemilik kendaraan, khususnya kendaraan lama, disarankan melakukan pemeriksaan rutin pada filter, injektor, dan saluran bahan bakar untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
Di sisi lain, sejumlah pengamat ekonomi dan pemerhati lingkungan juga mengingatkan potensi dampak tidak langsung dari program B50.
Jika peningkatan kebutuhan CPO untuk sektor energi tidak diimbangi pengaturan yang tepat, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi pasokan minyak goreng di pasar domestik dan memicu kenaikan harga di pasaran.
Selain itu, perluasan kebutuhan bahan baku sawit juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap pembukaan lahan baru apabila tidak diiringi pengawasan yang ketat terhadap aspek keberlanjutan lingkungan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
DPR RI Terapkan Kebijakan Efisiensi Besar-besaran, Mulai dari Listrik hingga BBM Sesuai Arahan Presiden Prabowo Subianto
Kisah Inspiratif Siswa SMP di Surabaya Sulap Kulit Bawang Putih Jadi Eco Enzyme hingga Tinta Refill Spidol Ramah Lingkungan, Begini Prosesnya
Krisis BBM, Aktivitas Pengelolaan di TPA Burangkeng Bekasi Lumpuh Total, Antrean Truk Sampah Mengular
Apa Bedanya dengan LPG? Bahlil Usulkan CNG Jadi Pengganti Gas Elpiji yang Diklaim Lebih Murah, Ini Kelebihan dan Keamanan untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru 1 Juni 2026, Pertamina dan BP Kompak Turunkan Solar namun Ada Produk yang Naik
Kenaikan Harga BBM dan Pengesahan RUU TNI Disinggung Melanie Subon: 'Nanti Malam Kira-Kira Apa?'