Di sisi lain, pemerintah menilai stabilitas iklim usaha menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme pasar. Karena itu, berbagai kebijakan ekonomi terus diupayakan agar memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Prasetyo mengatakan pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku pasar, dan pelaku ekonomi untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Oleh karena itulah kami selaku pemerintah mengajak seluruh masyarakat, seluruh pelaku pasar, dan seluruh pelaku ekonomi untuk bergandengan tangan, bekerja sama, dan bekerja keras memperkuat ekonomi kita," ujarnya.
Menurut Prasetyo, pemerintah dalam beberapa pekan terakhir juga terus memperkuat koordinasi untuk menjaga persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia. Berbagai kebijakan yang diambil diarahkan untuk meningkatkan keyakinan investor terhadap prospek nasional.
Salah satu indikator yang disebut menunjukkan tingkat kepercayaan tersebut adalah tingginya minat investor terhadap global bond yang diterbitkan Danantara. Minat tersebut datang dari berbagai kawasan, termasuk Amerika, Eropa, dan Asia.
Pemerintah menilai respons positif investor internasional menjadi salah satu sinyal bahwa prospek ekonomi Indonesia masih mendapat perhatian. Melalui deregulasi, hilirisasi, industrialisasi, dan stabilitas usaha, pemerintah berharap kepercayaan publik maupun pelaku ekonomi dapat terus terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Hadirkan Aplikasi Digital BumDesa, BRI Permudah Pengurus Susun Laporan Keuangan
Kapan Puasa Asyura 2026? Simak Jadwal, Bacaan Niat dalam Bahasa Indonesia dan Keutamaan Puasa Sunnah 10 Muharam
Dari Ali Sadikin hingga Pramono Anung, Berikut Daftar Lengkap Gubernur DKI Jakarta Beserta Lama Masa Jabatan
Terekam CCTV! Detik-Detik Karina Ranau Didorong Seorang Pria Gegara Masalah Parkir, Istri Epy Kusnandar Laporkan Pelaku ke Polisi, Begini Kronologinya
Pertemuan Mahasiswa dan Gibran Berujung Polemik, Istana Bantah Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Tuntutan