SketsaNusantara.id - Di tengah berbagai penyampaian aspirasi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat kepercayaan publik.
Presiden Prabowo Subianto disebut memberi perhatian khusus pada upaya menjaga optimisme masyarakat sekaligus menciptakan kepastian bagi pelaku ekonomi.
Pemerintah menilai kepercayaan masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi sosial dan politik. Faktor ekonomi, investasi, serta kemudahan berusaha juga menjadi bagian penting yang memengaruhi persepsi publik terhadap arah pembangunan nasional.
Karena itu, Presiden Prabowo menekankan beberapa agenda utama yang dinilai dapat memperkuat fondasi ekonomi sekaligus meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap prospek Indonesia ke depan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat konferensi pers bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 15 Juni 2026.
Menurut Prasetyo, Presiden menilai langkah-langkah ekonomi yang tepat akan berdampak langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat. Upaya tersebut juga berkaitan dengan keyakinan para pelaku usaha dan investor terhadap kondisi ekonomi nasional.
"Berkenaan dengan bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada masyarakat, Bapak Presiden kembali menekankan beberapa hal yang menurut kami juga bagian dari upaya memberikan kepercayaan kepada pelaku ekonomi yang pada akhirnya bermuara kepada kepercayaan masyarakat," kata Prasetyo.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian pemerintah adalah percepatan deregulasi. Kebijakan ini diarahkan untuk menyederhanakan proses perizinan sehingga kegiatan investasi dan usaha dapat berjalan lebih efisien.
Menurut Prasetyo, kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif. Pemerintah berharap berbagai hambatan administratif dapat terus dikurangi agar aktivitas ekonomi berkembang lebih cepat.
Selain deregulasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada program hilirisasi dan industrialisasi. Agenda tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat struktur ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Prasetyo menjelaskan bahwa kinerja ekspor dan impor Indonesia memiliki hubungan erat dengan pengembangan hilirisasi. Melalui pengolahan sumber daya di dalam negeri, pemerintah berharap tercipta nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Dengan demikian, kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi dapat semakin meningkat.
Artikel Terkait
Hadirkan Aplikasi Digital BumDesa, BRI Permudah Pengurus Susun Laporan Keuangan
Kapan Puasa Asyura 2026? Simak Jadwal, Bacaan Niat dalam Bahasa Indonesia dan Keutamaan Puasa Sunnah 10 Muharam
Dari Ali Sadikin hingga Pramono Anung, Berikut Daftar Lengkap Gubernur DKI Jakarta Beserta Lama Masa Jabatan
Terekam CCTV! Detik-Detik Karina Ranau Didorong Seorang Pria Gegara Masalah Parkir, Istri Epy Kusnandar Laporkan Pelaku ke Polisi, Begini Kronologinya
Pertemuan Mahasiswa dan Gibran Berujung Polemik, Istana Bantah Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Tuntutan