Mereka menegaskan bahwa titik kumpul aksi bukan berada di depan Gedung DPR dan mempertanyakan alasan rombongan mereka tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Adri Desas Furyanto menjelaskan bahwa massa aksi diarahkan untuk menyampaikan aspirasi di kawasan DPR RI.
Menurutnya, seluruh kelompok yang hendak melakukan demonstrasi pada hari itu dialokasikan ke area parlemen.
Dalam perdebatan tersebut, Adri juga menegaskan bahwa apabila massa tetap memaksakan diri menuju Bundaran HI, aparat akan tetap bertahan melakukan pengamanan di lokasi.
“Kalau memaksa kehendak, silakan tabrak saja kami,” kata Adri.
Sementara itu, sebagian mahasiswa menolak diarahkan ke DPR.
Mereka beralasan aspirasi yang ingin disampaikan tidak hanya ditujukan kepada lembaga legislatif, melainkan juga kepada pihak lain yang berkaitan dengan tuntutan aksi.
“Masalahnya, aspirasi dan tuntutan kami nggak ke DPR saja,” ujar salah seorang massa.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih mempertahankan blokade jalan dan tetap melarang massa melaksanakan demonstrasi di kawasan Bundaran HI.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
2 Hari Digembleng PMER, PMI Jember Langsung Pasang Target Besar: Perbaiki Sistem Pelaporan dan Benahi Database Organisasi
ASN Promosi Daerah, DPRD Jember Minta Pemkab Mengedepankan Pendekatan Persuasif
Kementerian ESDM Klarifikasi soal Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara yang Disebut Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa, Begini Penjelasannya
Ramai Disorot, Konten Kreator Ini Protes Usai Videonya Dipakai Tanpa Izin untuk Footage Pidato Prabowo, Warganet Soroti Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
UM-PTKIN 2026 Selesai, 1.332 Peserta Ikuti Ujian Masuk UIN KHAS Jember dan Terima 17 Mahasiswa Internasional