Kamis, 11 Juni 2026

2 Hari Digembleng PMER, PMI Jember Langsung Pasang Target Besar: Perbaiki Sistem Pelaporan dan Benahi Database Organisasi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 11 Juni 2026 | 19:34 WIB
Orientasi Planning, Monitoring, Evaluation, and Reporting (PMER) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember resmi ditutup pada Kamis (11/6/2026). (Dok. PMI Jember)
Orientasi Planning, Monitoring, Evaluation, and Reporting (PMER) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember resmi ditutup pada Kamis (11/6/2026). (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Pengelolaan data yang rapi dan sistem kerja yang terukur menjadi perhatian serius PMI Kabupaten Jember. Komitmen tersebut kembali ditegaskan setelah berakhirnya Orientasi Planning, Monitoring, Evaluation, and Reporting (PMER) yang berlangsung selama dua hari.

Kegiatan yang ditutup pada Kamis (11/6/2026) itu diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pelatihan semata. Pengurus PMI Kabupaten Jember meminta seluruh jajaran mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas organisasi sehari-hari.

Orientasi PMER menjadi salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola organisasi. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai sistem perencanaan, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan yang lebih akuntabel.

Baca Juga: Seleksi Ketat hingga Diklatsar 5 Hari, Begini Proses PMI Jember Mencetak Relawan Kemanusiaan Profesional dan Siap Terjun

Pelatihan menghadirkan dua fasilitator berpengalaman, yakni Novita dari PMI Pusat dan Ardip yang menjabat sebagai Kepala Markas PMI Kabupaten Bangli, Bali. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai sesi yang berfokus pada penguatan kapasitas organisasi.

Dalam penutupan kegiatan, Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menegaskan bahwa hasil pelatihan harus diwujudkan dalam praktik nyata. Menurutnya, peningkatan kualitas perencanaan dan pelaporan perlu diterapkan di seluruh unsur organisasi.

Pengurus juga menyoroti pentingnya keberlanjutan hasil pelatihan yang sebelumnya telah diikuti sejumlah perwakilan staf PMI Jember. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal dalam memperkuat sistem kerja di lingkungan organisasi.

Baca Juga: PMI Jember Perkuat Tata Kelola Organisasi Lewat Orientasi PMER, Seluruh Pengurus dan Relawan Ikut Dibekali Materi

"Harapan kami selaku pengurus, setelah ini tidak ada lagi masalah perencanaan, baik di lingkungan Markas maupun Unit Donor Darah (UDD), begitu juga di tataran relawan seperti KSR (Korps Sukarela) dan Forpis/Forel (Forum Remaja Palang Merah Indonesia)," tegas Ghufron Eviyan Efendi dalam arahannya.

Selain menyoroti aspek teknis organisasi, pengurus juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional. Seluruh staf dan relawan didorong untuk terus meningkatkan kemampuan serta menjaga kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

PMI Kabupaten Jember menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan organisasi. Oleh karena itu, berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi akan terus didorong pada masa mendatang.

Dalam arahannya, Ghufron mengibaratkan organisasi PMI sebagai permainan catur. Setiap unsur di dalamnya harus memahami fungsi, tanggung jawab, dan kewenangan masing-masing agar organisasi dapat berjalan secara efektif.

Menurutnya, pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi menjadi kunci agar proses pengambilan keputusan berjalan lebih baik. Sistem pelaporan yang tertata juga akan memudahkan organisasi dalam menentukan kebijakan ke depan.

Pengurus PMI Kabupaten Jember juga meminta agar setiap kebijakan yang telah ditetapkan dapat segera dijalankan. Seluruh bagian organisasi diharapkan bekerja secara terkoordinasi tanpa saling melempar tanggung jawab.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X