Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas, PMI Jember sebelumnya juga mengirimkan petugas untuk mengikuti pelatihan ambulans. Dari pengalaman tersebut diketahui bahwa peserta wajib memiliki sertifikasi Pertolongan Pertama tingkat mahir sebelum mengikuti pelatihan lanjutan.
Salah satu perhatian utama dalam evaluasi kali ini adalah kondisi database organisasi. Pengurus menilai sistem data yang ada saat ini masih perlu diperkuat agar mampu mendukung kebutuhan organisasi secara berkelanjutan.
" Saat ini database kita masih lemah. Ke depan, kita harus punya database yang valid dan bisa dimaksimalkan. Dengan sistem data yang rapi, siapa pun pengurusnya nanti, data tersebut akan tetap ada dan bisa terus dimanfaatkan demi kemajuan organisasi," pungkasnya.
Dengan berakhirnya Orientasi PMER, PMI Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem kerja yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan berbagai program kemanusiaan secara lebih efektif bagi masyarakat Jember.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
PMI Jember Bagikan Beras untuk Pendonor Darah di Hari Raya Idul Adha, Warga Rela Datang Pagi Demi Antre
Kakak Kandung Anang Hermansyah Resmi Pimpin UDD PMI Jember, Fokus Kejar Sertifikasi CPOB BPOM
Unik dan Ramah Lingkungan, PMI Jember Kemas Daging Kurban Idul Adha dengan Besek Bambu
Aksi Kemanusiaan Remaja Masjid Baitur Na’im Umbulrejo Tuai Apresiasi, Donor Darah Hasilkan 26 Kantong untuk PMI Jember
PMI Jember Gembleng Relawan Muda, KSR PMI STIA Pembangunan Perkuat Kapasitas Anggota Baru Lewat Diklat Kepalangmerahan