Menurutnya, kondisi pasar mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Aktivitas perdagangan yang semakin normal, peningkatan serapan pasar, serta distribusi yang lebih lancar dinilai mulai memberikan dampak positif.
“Pemerintah terus memantau perkembangan harga dan distribusi telur agar manfaat perbaikan pasar dapat dirasakan langsung oleh peternak. Kementan juga mencermati masih adanya disparitas harga antara sentra produksi dan wilayah konsumen, sehingga pembenahan tata niaga menjadi salah satu fokus pemerintah,” katanya dalam keterangan resmi.
Pemerintah menilai masih terdapat perbedaan harga yang cukup lebar antara daerah produsen dan wilayah konsumen. Karena itu, pembenahan tata niaga menjadi salah satu agenda yang terus didorong agar distribusi berjalan lebih efisien.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap harga telur di tingkat peternak dapat kembali stabil. Selain menjaga pendapatan peternak, kebijakan penyerapan juga diharapkan mampu memastikan pasokan pangan tetap terjaga dan tersalurkan dengan baik ke berbagai wilayah di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ratusan Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Menu Pangsit Isi Tahu dari SPPG Pulogebang Jadi Sorotan
Cegah Stunting Nasional, BGN Instruksikan SPPG Maksimalkan Layanan MBG bagi Ibu Hamil dan Balita
Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap Olahan Daging MBG, Operasional SPPG Dihentikan
Viral! SPPG di Wonosari Batalkan Pesanan 1.500 Roti UMKM Secara Sepihak Tanpa Ganti Rugi
Terungkap Kondisi SPPG Sukabumi yang Viral karena Ulat di Makanan MBG, Wakil BGN Sebut Alurnya Amburadul