"TARIF TENAGA LISTRIK PERIODE APRIL–JUNI 2026 TIDAK NAIK!" demikian bunyi keterangan yang diunggah melalui akun Instagram @kesdm dan @infogatrik sejak bulan Maret 2025 lalu.
Dalam unggahannya, pemerintah menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro seperti nilai tukar rupiah, harga minyak dunia (ICP), tingkat inflasi, hingga Harga Batubara Acuan (HBA).
Selain itu, Perusahaan Listrik Negara atau PT PLN (Persero) yang berda di bawah koordinasi Kementerian ESDM juga menyebut bahwa tarif listrik tidak mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir sejak 2022.
"Pemerintah menetapkan tarif listrik Triwulan II tahun 2026 tidak naik, baik untuk pelanggan subsidi maupun nonsubsidi," tulisnya.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi makro seperti kurs, harga minyak dunia (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA). Selama tiga tahun terakhir sejak 2022, tarif listrik tidak mengalami kenaikan,” terangnya.
PLN juga menegaskan bahwa tarif listrik yang berlaku pada Juni 2026 masih sama dengan tarif pada periode sebelumnya. Dalam unggahan yang sama, Kementerian ESDM juga membagikan rincian tarif dasar listrik untuk pemakaian rumah tangga.
Disebutkan bahwa tarif listrik untuk pemakaian rumah tangga bersubsidi sebesar Rp415 per kWh untuk daya 450 VA dan RP605 per kWh untuk daya 900 VA.
Sementara itu, untuk pemakaian Rumah Tangga non-subsidi dikenakan tarif sebesar Rp1.352/kWh untuk daya 900 VA, Rp 1.44,70 per kWH untuk Daya 1.200-2.200 VA dan Rp 1.699,53 per kWh untuk daya 3.500 VA ke atas.
Dengan demikian, beredarnya tagihan yang dibelanjakan sebagian pelanggan bukan disebabkan oleh adanya penyesuaian tarif listrik nasional.
Apa Penyebab Tagihan Listrik Bisa Naik?
Meski tarif tidak berubah, besaran tagihan listrik setiap pelanggan dapat berbeda-beda tergantung jumlah konsumsi energi yang digunakan.
Menurut PLN, kenaikan tagihan listrik yang dirasakan sebagian besar pelanggan kemungkinan disebabkan oleh perubahan pola konsumsi listrik yang disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca yang mendorong penggunaan peralatan elektronik lebih lama.
Artikel Terkait
Sinergi Energi Bersih Pertamina-PLN Didukung Danantara, 19 Proyek Panas Bumi Siap Dipercepat Hingga 1.130 MW
PLN Dorong Kemandirian Warga Binaan Lapas Nusakambangan Lewat Program FABA, Olah Limbah Jadi Produk Ekonomi
Heboh Utang PLN Tembus 711 Triliun, Warganet Soroti Gaji Direksi, Tunjangan hingga Bonus Tahunan: Nilainya Fantastis Mencapai Ratusan Miliar!
Viral! Kakek 83 Tahun di Nias Didatangi Petugas PLN, Meteran Dicabut Meski Penggunaan Listrik Sangat Hemat
Promo Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen dari PLN April 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya Lewat PLN Mobile
Aceh hingga Riau Gelap Total, PLN Ungkap Penyebab Mati Lampu di Sumatera hingga Perkiraan Proses Pemulihan