Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah memperhitungkan kemungkinan pelemahan nilai tukar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2026. Dengan demikian, tekanan terhadap Rupiah telah menjadi bagian dari perencanaan kebijakan fiskal.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas pasar keuangan melalui berbagai langkah yang dilakukan bersama otoritas terkait. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi gejolak yang dapat muncul akibat perubahan kondisi pasar.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan dukungan terhadap langkah bank sentral. Pemerintah turut melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menjaga pergerakan imbal hasil agar tidak meningkat terlalu tinggi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat membantu mempertahankan kepercayaan pelaku pasar dan masyarakat.
Meski Rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS, pemerintah menilai aktivitas ekonomi nasional belum mengalami gangguan yang signifikan. Fokus utama saat ini tetap diarahkan pada penguatan ekonomi domestik agar mampu mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Diisukan Masuk Rumah Sakit, Purbaya Malah Asyik Renang dan Habiskan Waktu Long Weekend dengan Jalan Santai di Mall, Kemenkeu Pastikan Kondisinya Sehat
Berangkat Haji Tahun Ini, Purbaya Doakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Makin Bagus, Akui Ingin Tambahkan Nama Baru Setelah Pulang dari Tanah Suci
Purbaya Bantah Jalan Sendiri tanpa Arahan Prabowo, Singgung Dana Rp200 Triliun hingga ‘Disikat’ jika Membangkang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bocorkan Paket Stimulus Juni 2026 untuk Dorong Ekonomi Nasional Lebih Kuat
Ternyata Cuma Hoaks! Kemenkeu Tegaskan Narasi Purbaya yang Persilahkan Investor Cari Negara Lain adalah Tidak Benar, Begini Faktanya