SketsaNusantara.id - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi memberangkatkan mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional ke Malaysia dan Thailand, sebagai upaya memperkuat kompetensi global mahasiswa di bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Peserta PPL ini akan mengikuti program “Global Islamic Economic Collaboration: Strengthening Student Competence Through International Field Experience in Thailand and Malaysia”.
Tujuh mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan FEBI turut ambil bagian dalam program tersebut. Mereka berasal dari Program Studi Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, dan Perbankan Syariah.
Para peserta dijadwalkan bertolak ke Malaysia dan Thailand pada 18 Mei 2026 untuk menjalankan kegiatan pengabdian serta pembelajaran lapangan di sejumlah lembaga pendidikan, yayasan, hingga koperasi.
Ketua Jurusan Ekonomi Islam FEBI UIN KHAS Jember, MF Hidayatullah menilai program PPL Internasional menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurutnya, mahasiswa FEBI harus memiliki pengalaman global dan tidak hanya berkiprah di lingkungan nasional. Ia berharap lulusan FEBI nantinya mampu berkontribusi di berbagai perusahaan maupun lembaga internasional.
“Kami berharap mahasiswa FEBI tidak hanya aktif di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Ke depan, mereka diharapkan mampu bekerja dan berkontribusi pada perusahaan maupun institusi bertaraf internasional,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas serta jajaran fakultas yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program internasional tersebut.
Sementara itu, Ketua International Office (IO) UIN KHAS Jember, As’ari menjelaskan bahwa kegiatan PPL Internasional tidak semata berfokus pada pengalaman akademik di luar negeri.
Program tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa agar lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan global.
As’ari mengatakan seluruh kebutuhan administrasi keberangkatan, mulai dari pengurusan paspor hingga persiapan perjalanan internasional, dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa. Menurutnya, metode tersebut menjadi bagian dari pendekatan pendidikan andragogi yang diterapkan kampus.
Artikel Terkait
UIN KHAS Jember Gelar FGD Evaluasi PBAK 2025 untuk Penguatan Budaya Akademik Mahasiswa
Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Paparkan Evaluasi PBAK 2025: Tahun Depan Harus Ditingkatkan Kembali
Ambulan Jenazah PMI Jember Antar Jenazah Dosen UIN KHAS ke Lumajang, Wujud Pelayanan Kemanusiaan untuk Dunia Pendidikan
UIN KHAS Jember Dituding Melakukan Korupsi Pengelolaan Beasiswa KIPK Berkedok Program Ma'had, Warek: Semua Berbasis Aturan
Pertahankan Akreditasi A, Perpustakaan UIN KHAS Jember Perkuat Transformasi Digital
Animo Publik Melambung, UIN KHAS Jember Jaring Ribuan Mahasiswa Lewat Jalur SPAN 2026
Lulus Tanpa Skripsi, 2 Mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember Hasilkan Jurnal Ilmiah Standar Nasional
Dorong Kemudahan Literasi, UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember Resmikan Aplikasi KHASTAKA Berbasis Digital
UIN KHAS Jember Ikuti Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN di Yogyakarta, Perkuat Transparansi Digital Kampus
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Rektor UIN KHAS Jember Dorong Langkah Tegas Kemenag RI