Pihak keluarga juga menyebut belum mengetahui adanya konsumen yang dirugikan secara langsung. Mereka juga mengaku tidak mengetahui adanya laporan masyarakat terkait kasus tersebut.
Setelah perkara berjalan, perusahaan tempat ayah Anton membeli pupuk disebut telah memberikan surat keterangan. Surat itu berkaitan dengan asal pupuk yang sebelumnya dibeli sang ayah.
Curhatan Anton kemudian menyebar luas dan memancing berbagai tanggapan warganet. Banyak pengguna media sosial ikut menyoroti kronologi perkara yang dialami keluarga petani tersebut.
Di sisi lain, Anton mengatakan keluarganya kini sedang menempuh berbagai jalur resmi untuk mencari keadilan. Mereka juga telah menyampaikan pengaduan dan permohonan pengawasan kepada Propam terkait penanganan perkara itu.
Anton menyebut keluarganya bukan pihak yang memiliki kekuasaan ataupun kemampuan ekonomi besar. Karena itu, unggahan di media sosial dilakukan agar persoalan tersebut mendapat perhatian lebih luas dari masyarakat maupun pihak terkait.
Kasus yang menjerat petani asal Tulungagung tersebut kini terus menjadi sorotan publik. Hingga kini, curhatan Anton masih ramai dibagikan dan diperbincangkan di berbagai platform media sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ratusan Petani Terancam Tak Dapat Kuota Pupuk Bersubsidi, DPRD Jember Soroti Masalah Pemutakhiran Data e-RDKK 2026
Penyusunan Data e-RDKK Bermasalah, Komisi B DPRD Jember Siap Bongkar Dugaan Mafia Pupuk: Ini Merugikan Petani
Banjir Bandang Aceh Tamiang Tinggalkan Luka di Sawah Petani, Relawan Siapkan Skema Pemulihan Pertanian
Cegah Penyalahgunaan, Hiswana Migas Besuki Dorong Petani Manfaatkan Solar Subsidi, Ini Syaratnya
Tegaskan Independensi, Kapolri Listyo Sigit Tolak Tegas Wacana Polri di Bawah Kementerian: Lebih Baik Saya Jadi Petani