Sejauh ini, sudah ada 17 orang saksi yang diperiksa terkait kasus pencabulan yang diduga menelan puluhan korban.
“Total ada 17 saksi yang diperiksa, termasuk ahli pidana dan dokter virum,” ujar Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.
Dika menambahkan, berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi dari pihak pelaku, keluarga masih membantah tuduhan tersebut.
“Keterangan masih belum terbuka. Keluarga tidak mengakui,” imbuh Dika.
Respons Kementerian Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengutuk aksi bejat yang terjadi di lingkungan pesantren Ndholo Kusumo tersebut.
“Kami mengutuk keras kejadian itu,” ujar Gus Ipul saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertam (SRMP) 12 Pati pada Jumat, 15 Mei 2026.
Gus Ipul pun mendesak agar pelaku diberi hukuman seumur hidup.
“Kami minta pelaku dihuhukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya, seumur hidup kalau perlu,” ungkapnya lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Jadi Agen BRILink, Perangkat Desa di Jombang Ini Jadi Jutawan
Kenapa Hari Kebangkitan Nasional Diperingati Tanggal 20 Mei? Sejarah Singkat Harkitnas dan Kaitannya dengan Budi Utomo
Viral! Kepsek SMK di Pamulang Tansel Diduga Child Grooming ke Siswi, Sekolah dan Yayasan Lakukan Investigasi Internal
Terbukti Bersalah, Majelis Kehormatan DPP Partaj Gerindra Beri Sanksi Tegas ke Anggota DPRD Jember yang Main Game
Diangkat Jadi Duta BPJS, Raffi Ahmad Klarifikasi Usai Dicibir soal Penggunaan Asuransi Kesehatan: Pengguna Aktif BPJS 2022, tapi...
Kapan Gaji ke-13 ASN Cair? Kemenkeu Sebut Juni 2026, Berikut Rincian Besaran dan Komponennya
SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar 2026, Pernyataan Sikap 8 Poin Tuai Sorotan Warganet
Peringati Hari Palang Merah Internasional, PMR SMPN 1 Rambipuji Bagi Sembako kepada Tukang Becak hingga Lansia
Video Lama B.J Habibie Kembali Viral Usai Rupiah Anjlok hingga Rp17.500, Netizen: Beliau Tahu Ada Problem