Minggu, 5 Juli 2026

SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar 2026, Pernyataan Sikap 8 Poin Tuai Sorotan Warganet

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:30 WIB
Final LCC 4 Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat yang jadi sorotan (YouTube MPRGOID)
Final LCC 4 Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat yang jadi sorotan (YouTube MPRGOID)

SketsaNusantara.id - Kontroversi lomba LCC 4 Pilar MPR RI 2026 belum juga mereda. Setelah menjadi sorotan luas di media sosial, pihak SMAN 1 Sambas akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi yang memuat delapan poin sikap terkait polemik kompetisi tersebut.

Pernyataan itu dipublikasikan melalui akun Instagram resmi sekolah pada Jumat, 16 Mei 2026. Dalam unggahan tersebut, pihak sekolah menyebut langkah itu diambil setelah adanya komitmen bersama antara dewan guru, staf tata usaha, peserta lomba, serta orang tua siswa.

Sekolah menegaskan bahwa pernyataan sikap dibuat untuk menjaga marwah dunia pendidikan sekaligus melindungi kondisi psikologis para peserta didik yang belakangan ikut terseret dalam pusaran kontroversi.

Baca Juga: David Tobing Menggugat Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR ke PN Jakarta Pusat, Seret 4 Orang, Siapa Saja?

Dalam poin pertama, pihak sekolah menyatakan menghormati keputusan resmi yang telah ditetapkan panitia penyelenggara sebagai bagian dari mekanisme lomba. Namun pada poin lain, mereka secara tegas menolak usulan pertandingan final ulang tingkat provinsi yang sempat mencuat setelah kasus ini viral.

Selain itu, sekolah juga menilai peserta dari SMAN 1 Sambas telah mengikuti seluruh rangkaian lomba sesuai tata tertib yang berlaku. Mereka membantah segala tuduhan terkait kecurangan, penyuapan, nepotisme, hingga dugaan adanya pengaturan hasil pertandingan.

Pernyataan itu juga menyoroti dampak yang timbul setelah isu ini meledak di media sosial. Sekolah mengecam berbagai tuduhan dan opini yang diarahkan kepada siswa, guru, tenaga kependidikan, bahkan alumni. Menurut pihak sekolah, serangan tersebut telah mencemarkan nama baik lembaga pendidikan serta memberi tekanan mental bagi para siswa yang terlibat.

Baca Juga: Peserta LCC 4 Pilar Diduga Diintimidasi Usai Protes Nilai, Josepha Alexandra: Katanya Aku Bikin Gaduh...

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga menyayangkan penyelenggara lomba, yakni Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, yang dinilai kurang cepat meluruskan informasi. Akibatnya, menurut mereka, SMAN 1 Sambas terus menjadi sasaran kritik publik.

Salah satu poin yang cukup disorot adalah permintaan kepada penyelenggara untuk memulihkan nama baik sekolah sebelum tim Kalimantan Barat melaju ke tingkat nasional. Sekolah juga meminta adanya jaminan keamanan psikis bagi siswa agar mereka dapat mengikuti kompetisi dengan tenang.

Meski telah mengeluarkan pernyataan resmi, respons publik justru semakin ramai. Sejumlah warganet menilai langkah sekolah terlambat dan kurang tepat dalam merespons polemik.

Baca Juga: Status WA Indri Wahyuni Viral, Tetap Bela Kemenangan SMAN 1 Sambas di LCC 4 Pilar

Beberapa komentar menyebut penanganan komunikasi dari pihak sekolah dinilai tidak profesional. Kritik juga muncul karena akun resmi sekolah sempat mengunggah selebrasi kemenangan di tengah situasi yang masih menuai pro-kontra.

Salah satu komentar dari warganet menilai bahwa peserta didik tidak seharusnya menjadi sasaran. Namun, menurutnya, pihak sekolah semestinya mengambil langkah lebih bijak, termasuk mempertimbangkan mundur dari kompetisi nasional untuk meredakan situasi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X