Salah satunya datang dari dokter Indra Tarigan yang menilai keberadaan figur publik bisa membantu meningkatkan edukasi masyarakat soal pentingnya hidup sehat dan keberlanjutan sistem BPJS.
"Kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini banyak digunakan untuk penyakit katastrofik seperti kanker, gagal jantung, bahkan ada yang harus rutin cuci darah. Kalau kita nggak bahu membahu, ini bisa jadi bom waktu," ujar dokter Indra Tarigan melalui unggahannya di media sosial.
Ia juga menilai keputusan pemerintah menggandeng influencer besar seperti Raffi Ahmad bisa menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi kepada masyarakat.
"Jadi, keputusan pemerintah mengambil posisi strategis untuk keberlanjutan BPJS bisa kita dorong. Kalau influencer besar seperti Raffi Ahmad turun gunung mau bantu sosialisasikan BPJS maka kita juga harus bangun pondasi untuk menerapkan pola hidup lebih sehat," tuturnya.
"Begitu juga pemerintah mengupayakan pelayanan lebih mudah dan cepat untuk masyarakat jadi semuanya bisa saling membantu," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Raffi Ahmad resmi dikukuhkan sebagai Duta Kehormatan BPJS Kesehatan pada Kamis, 23 April 2026 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta.
Dalam peran tersebut, Raffi diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya perlindungan kesehatan jangka panjang melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
BPJS Kesehatan menunjuk Raffi karena pengaruhnya yang luas di media sosial. Ia dinilai sebagai sosok yang bisa menjadi panutan, serta memiliki kepedulian sosial yang nyata karena aktif mendaftarkan para pekerjanya beserta anggota keluarga mereka ke dalam program BPJS Kesehatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Dikira Tak Bisa Cover, Luna Maya Kaget BPJS Tanggung Biaya Ganti Pen Sang Ibunda hingga Rp120 Juta Lebih: Bangga Gue
Dokter Spesialis Anak Ini Ungkap bahwa RSCM Sudah Tidak Melayani Pasien BPJS Lagi, Harus Bayar Rp4 Juta?
Wacana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Menguat, Ini Respons Dewan Pengawas
Tegaskan Tidak Akan Ada Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Rieke Diah Pitaloka: ‘Ekonomi Kita Sedang Butuh Effort’
Status BPJS Kesehatan Tiba-tiba Nonaktif, 11 Juta Peserta PBI Terdampak Kebijakan Pemutakhiran Data
Curhat Guru PPPK di Sumedang Viral, Gaji Rp50 Ribu Dipotong BPJS Tersisa Rp15 Ribu, Begini Cerita Lengkap Fildzah