Dalam video yang diunggah akun X @Jateng_Twit, peserta tersebut memberikan jawaban yang sama seperti peserta sebelumnya.
“Tapi kali ini, dewan juri membenarkan jawaban tersebut, yang tentunya diprotes oleh penjawab pertama,” tulis akun itu lagi.
Meski telah melayangkan protes, namun dewan juri menilai keputusan tersebut sudah final.
Alasannya, karena penjawab pertama tidak menyebutkan DPD dalam jawabannya.
Merasa sudah menjawab dengan benar dan jelas, penjawab pertama pun menegaskan dirinya telah menyebutkan DPD dalam jawabannya, bahkan meminta respons penonton.
Baca Juga: Viral Dugaan Predator Seksual WNA Jepang Beroperasi di Blok M
Meski kembali ditolak, peserta dari grup C mencoba untuk meminta juri melihat rekaman video untuk memastikan jawabannya.
Alih-alih memberikan kesempatan, dewan juli lainnya justru menyalahkan artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak yyang dinilai tidak jelas saat menjawab pertanyaan tersebut.
Netizen pun menyoroti kejadian tersebut melalui kolom komentar pada unggahan akun X @MiskinTV_.
“Serius, ini videonya sampe gue ulang-ulang salahnya di mana anjir? Orang adeknya udah jelas itu artikulasinya,” komentar salah seorang netizen.
Tak hanya itu, netizen juga turut menyoroti respons MC yang ikut menengahi dengan menekankan kompetensi dewan juri.
“Dasar dewan jurinya aja yang budeg. MC juga tolol banget, katanya juri kompeten. Juri budeg kok disuruh menilai,” tulis netizen itu lagi.
Netizen pun menduga, Dyastasita, juri yang menyalahkan jawaban peserta grup C tidak fokus saat mendengarkan jawaban.
“Regu C benar. Gue aja jelas dengarnya. Harusnya yang dekat di sana lebih jelas terdengar. Sepertinya juri pertama tidak fokus mendengar,” komentar netizen lainnya.***
Artikel Terkait
Polisi Telusuri Aliran Dana Sindikat Taruhan Online Hayam Wuruk, 275 WNA Resmi Jadi Tersangka
Hardiknas 2026 Jember Dimeriahkan Aksi Donor Darah, Guru dari Sukowono hingga Sumberjambe Ikut Berpartisipasi
PMI Jember Permudah Warga Lewat Layanan Ambulans Antar Jemput Pasien dan Kedaruratan Kesehatan
Haul Sultan Maulana Yusuf Dipadati Ribuan Jemaah, Kirab Budaya hingga Debus Hidupkan Lagi Jejak Kejayaan Banten
Hujan Disertai Angin Hancurkan Rumah Warga Jember, PMI Bergerak Salurkan Bantuan untuk Korban dan Keluarga Duka
Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Rektor UIN KHAS Jember Dorong Langkah Tegas Kemenag RI