SketsaNusantara.id - Media sosial dihebohkan dengan adanya dugaan jaringan prostitusi anak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Dugaan adanya jaringan prostitusi anak di Blok M ini pertama kali diungkap melalui sebuah cuitan di akun X milik sekelompok orang yang berasal dari Jepang.
Dilansir dari akun X @bnfi_id, WNA asal Jepang tersebut mengungkap bahwa korban rata-rata berusia 16 hingga 17 tahun.
"BNFI menerima laporan jaringan pedofilia WNA Jepang beroperasi di Blok M,"
"Pelaku sadar korban usia 16-17 thn, mendokumentasikannya, dan menyebutnya objek seksual," jelas akun tersebut.
Namun diduga, para korban masih berusia jauh dari yang disebutkan.
"Bukti telak: Dalam chat, pelaku akui korban terlihat "16 atau 17 tahun". Ini bukan turis, ini predator internasional,"
"Bagaimana pengawasan imigrasi dan kepolisian di jantung Ibu Kota sampai mereka merasa seaman ini?," imbuhnya.
Viralnya berita ini lantas menuai geraman netizen.
Banyak netizen yang lantas meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut dugaan adanya jaringan prostitusi anak ini.
"Bakalan gerak kalo yg ngelapor polisi negara lain oopsie," komentar netizen.
Artikel Terkait
Habib Jafar Sentil 'Ulama Buruk' di Tengah Sorotan Kasus Pelecehan Santriwati di Ponpes Pati, Unggahan Dalil tentang Pendusta Agama Jadi Sorotan
Geram Oknum Kiai Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Pati Tak Kunjung Ditangkap, Hotman Paris Sentil Kapolres hingga Kapolda
DPR Kritik Kemenag Usai Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 50 Santri di Pati, Pengawasan Pesantren Diminta Diperketat
Polisi Kejar Kyai Ashari yang Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Dugaan Pelecehan Puluhan Santri, Ini Update Terbarunya
Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Jadi Sorotan, Kemenag Susun Regulasi Ketat dan Sistem Pengawasan Baru