Minggu, 28 Juni 2026

Lika-Liku Laki-Laki, Jejak Pertarungan Hidup Achmad Supandi Tentang Hidup dan Keluarga dalam Tujuh Kanvas

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Jumat, 8 Mei 2026 | 13:00 WIB
Karya Achmad Supandi dalam pameran Lika-Liku Laki-Laki (SketsaNusantara.id / Qorry Aina Damayanti)
Karya Achmad Supandi dalam pameran Lika-Liku Laki-Laki (SketsaNusantara.id / Qorry Aina Damayanti)

SketsaNusantara.id - Achmad Supandi, seniman asal Rambipuji, Jember kembali menggelar pameran tunggal bertajuk 'Lika-Liku Laki-Laki'.

Pria kelahiran 1972 tersebut mengadakan pamerannya di Studio Serakit, sebuah studio seni dengan luas sekitar 600 meter persegi yang berada di Jember.

Saat memasuki ruang pamer, pengunjung akan disuguhkan tujuh karya lukisan milik Achmad Supandi yang dipajang di berbagai sisi ruangan.

Baca Juga: AJI Jember X Achmad Supandi Gelar Sketsa untuk Harapan, Mengubah Ilustrasi Jadi Alat Harapan bagi Korban Kekerasan Seksual

Di area kaca yang sejajar dengan pintu masuk, terdapat catatan kuratorial karya Natalius Yudha Sutrisna selaku kurator dan programer Studio Serakit.

Pada sisi kiri dinding ruang pamer, terpajang dua lukisan bertema Pertarungan Besar dan Keinginanku Mengalahkan Usiaku.

Sementara itu, di dinding yang sejajar dengan catatan kuratorial, dipamerkan dua karya lainnya bertajuk Jaga Muda Sebelum Tua dan Petarung Sesungguhnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Achmad Supandi, Sang Begawan Lukis dari Rambipuji Jember

Tak jauh dari deretan lukisan tersebut, sebuah karya berukuran besar bertema Gen Z dengan ukuran 290 cm x 140 cm memenuhi salah satu sisi dinding ruang pamer.

Di sisi kanan pintu masuk, terdapat dua karya lain bertajuk Si Buah Hati dan NKRI-ku yang turut melengkapi pameran tersebut.

Saat dijumpai di hari ke 8 pameran digelar, Achamd Supandi bercerita bahwa seluruh karya yang dipamerkan ini merupakan karya yang telah tersimpan rapat dan nyaris tak pernah disentuh lagi setelah lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Ketika Perempuan Menenun Perlawanan: Pameran Cerita Foto Mama Aleta Fund Angkat Suara Pulau-Pulau Kecil di Tengah Krisis Iklim

Pameran kali ini bagi Pandi bukan sekadar ruang memamerkan karya lama, melainkan menjadi titik balik perjalanan kreatifnya yang sempat terhenti akibat peristiwa personal yang membekas dalam hidupnya.

"Ini sebenarnya proyek yang tertunda," ujarnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X