Nasihat itulah yang kemudian diterjemahkan Achmad Supandi melalui hasil karya tangan lukisannya.
Salah satu karya yang paling personal baginya berjudul Pertarungan Besar.
Karya tersebut menggambarkan pergulatan batinnya saat ia hidup di Bali dan berada dalam kondisi finansial yang cukup mapan.
Di tengah lingkungan yang menurutnya sangat 'bebas', ia mengaku sempat berada di titik rawan untuk terjerumus ke hal-hal negatif.
"Lingkungannya mendukung untuk melakukan macam-macam. Tapi saya selalu ingat anak, istri, dan nasihat ibu saya,"
Sang ibu selalu mengingatkan Pandi untuk tetap menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan tidak 'gaya-gayaan' meski memiliki uang.
"Pertarungan itu ada terus di dalam diri saya. Dan itu yang saya tuangkan dalam lukisan," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lewat Festival Kampung Lorstkal: Menyulam Sejarah, Merayakan Peran Ibu
Prosesi Restu Ibu: Merawat Ingatan Kolektif bersama Sudut Kalisat Melalui Festival Kampung Lorstkal
Konsisten 10 Tahun Merekam Ingatan, Sudut Kalisat kembali Menggelar Kalisat Tempo Dulu: Landskap Bercakap
Bersenang-senang di Panggung Kampung ala Kalisat Tempo Dulu Bersama Orkes Silampukau dan Kisah dari Negeri Arkipelagia
Kalisat Tempo Dulu 10: Cara Sudut Kalisat Merawat Harapan dan Ingatan akan Kampung Halaman melalui Lanskap Perkebunan Jember
Dari Lorstkal ke Lorskal: Begini Perjalanan Musik IKL, Band Country Lawas Asal Kalisat yang Masih Eksis Sejak 1980-an