SketsaNusantara.id - PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Senin, 4 Mei 2026. Kebijakan ini membuat sejumlah jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan cukup signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Penyesuaian harga ini dilakukan mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan revisi dari aturan sebelumnya terkait formula harga dasar BBM. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan harga jual eceran BBM umum, baik jenis bensin maupun solar yang dipasarkan melalui SPBU.
Di wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Turbo kini naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400. Sementara itu, Dexlite mengalami lonjakan menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600, dan Pertamina Dex naik tajam menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900.
Meski demikian, tidak semua jenis BBM mengalami kenaikan. Harga Pertamax tetap bertahan di angka Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dijual Rp12.900 per liter. Untuk BBM subsidi, harga Pertalite masih berada di Rp10.000 per liter dan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter.
Perbedaan harga juga terlihat di sejumlah wilayah Indonesia. Di kawasan Sumatra seperti Aceh dan Sumatra Utara, harga Pertamax berada di Rp12.600 per liter, sedangkan Pertamax Turbo mencapai Rp20.350 per liter. Dexlite dijual Rp26.600 dan Pertamina Dex menyentuh Rp28.500 per liter.
Sementara di wilayah Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga BBM cenderung lebih tinggi. Pertamax dijual Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Rp27.150, dan Pertamina Dex mencapai Rp29.100 per liter.
Untuk wilayah Jawa, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga BBM relatif lebih rendah dibanding beberapa daerah lain. Pertamax tetap Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp19.900, Dexlite Rp26.000, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter.
Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Dexlite dan Pertamina Dex bahkan masih berada di level lama, masing-masing Rp23.600 dan Rp23.900 per liter. Hal ini menunjukkan adanya variasi harga berdasarkan distribusi dan kebijakan regional.
Wilayah Kalimantan dan Sulawesi umumnya memiliki harga yang serupa dengan Sumatra bagian tertentu. Pertamax berkisar antara Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter, sedangkan Pertamax Turbo berada di rentang Rp20.350 hingga Rp20.750 per liter.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026, Stok Energi Nasional Aman
Untuk kawasan Indonesia timur seperti Maluku dan Papua, harga BBM tetap disesuaikan dengan kondisi distribusi. Pertamax dijual sekitar Rp12.600 per liter, sementara Dexlite mencapai Rp26.600 per liter.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi dan kebutuhan transportasi yang terus meningkat. Meski harga BBM subsidi tidak berubah, lonjakan pada BBM nonsubsidi berpotensi memengaruhi biaya operasional di berbagai sektor.
Artikel Terkait
Benarkah Harga BBM Naik per 1 April? Ini Konferensi Pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Pemerintah Siapkan Bansos Tambahan di Tengah Wacana BBM Naik, Penerima Bisa Melonjak 2 Kali Lipat
Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi Tetap, Fraksi Gerindra DPRD Jember Ajak Masyarakat Tak Panic Buying
Tuai Pro Kontra, Jusuf Kalla Justru Sarankan Pemerintah Naikkan Harga BBM untuk Mendorong Penghematan Energi, Publik Minta Pertimbangkan Hal Ini
Daftar Harga BBM Terbaru April 2026, Pertamina Pastikan Semua Jenis Tetap Stabil di Seluruh Indonesia