SketsaNusantara.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali mencatatkan keberhasilan besar dalam menjaga komoditas berharga negara.
Petugas berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal logam mulia berupa emas seberat 190 kilogram yang rencananya akan dikirim ke luar negeri tanpa dokumen sah.
Hal itu disampaikan oleh bea cukai dalam press release pada Selasa, 28 April 2026.
Baca Juga: Mei 2026 Bertabur Libur! Catat Daftar Tanggal Merah, Cuti Bersama, dan Strategi Libur Panjangnya
Pihak bea cukai menyatakn bahwa tindakan ini merupakan komitmen bea cukai dalam menjaga penerimaan negara dan melindungi masyarakat.
Rupanya penggagalan tersebut juga hasil dari laporan masyarakat pada tanggal 27 April 2026 tentang adanya pesawat charter yang akan digunakan untuk mengirim emas yang tidak dilengkapi dokumen ekspor.
Atas laporan tersebut maka pihak bea cukai langsung bergerak dan melakukan langkah pemeriksaan sehingga penyelundupan emas tersebut bisa digagalkan.
"Atas informasi (masyarakat) tersebut maka petugas melakukan langkah-langkah pemeriksaan sehingga kita bisa melakukan upaya penggagalan penyelundupan emas sebanyak kurang lebih 190 kg,"ungkap pihak bea cukai dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Kalau di rupiahkan sekitar Rp 500 Miliar," tegasnya. Sedangkan kewajiban bea keluar diperkirakan mencapai Rp 41,19 miliar.
Sementara itu emas-emas yang berhasil digagalkan penyelundupannya tersebut berbentuk koin serta perhiasan.
Saat ini, seluruh barang bukti berupa 190 kilogram emas telah disita dan ditetapkan sebagai Barang Dikunasi Negara (BDN).
Artikel Terkait
Ramai Disorot, Rocky Gerung Datang ke Istana Negara saat Reshuffle Kabinet dan Berbincang dengan Presiden hingga Seskab Teddy, Ngomongin Apa?
Kenapa Hari Puisi Nasional Diperingati Tanggal 28 April? Ini Sejarah hingga Kaitannya dengan Penyair Chairil Anwar
Update Korban! Dirut PT KAI Bobby Rasyidin Konfirmasi Korban Tragedi Bekasi Timur, 14 Orang Meninggal Dunia dan 84 Luka-Luka
Respons PN Tais soal Nama Hakim yang Muncul sebagai Ketua Dewan Pembina Daycare Little Aresha Yogyakarta
Proyek PT KAI Daop 9 Jadi Sorotan, Komisi C DPRD Jember Sebut Pembangunan Belum Ada Izin: Kami Minta Dihentikan!