Kamis, 4 Juni 2026

Pernyataan Resmi BEM Kema UNPAD atas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang Libatkan Guru Besar dan Mahasiswi Asing

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 April 2026 | 06:31 WIB
Ilustrasi sikap BEM Unpad terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu proofesoor (unsplash.com/Anita Monteiro)
Ilustrasi sikap BEM Unpad terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu proofesoor (unsplash.com/Anita Monteiro)

 

SketsaNusantara.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Keluarga Mahasiswa. (Kema) Universitas Padjajadan (Unpad) menyikapi kabar dugaan pelecehan seksual yang menyeret salah seorang guru besar Fakultas Kesehatan.

Sebelumnya, mencuat dugaan pelecehan seksual yang melibatkan salah seorang oknum guru besar Fakultas Kesehatan Unpad terhadap salah satu mahasiswi asing program pertukarang pelajar.

Kabar tersebut diunggah oleh akun Threads @enchantaenwicked pada 15 April 2026.

Baca Juga: Viral Dugaan Pelecehan Seksual Guru Besar Unpad terhadap Mahasiswi Exchange, Bukti Chat Picu Kecaman

Menyikapi hal tersebut, BEM Kema Unpad merilis pernyataan resmi terkait kabar yang beredar di media sosial itu.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Rabu, 15 April 2026 melalui Insta Story @bem.unpad, BEM Kema Unpad telah mengetahui adanya laporan mengenai dugaan pelecehan seksual tersebut.

Setelah mengetahui laporan, BEM Kema Unpad bersama BEM Kema FKep Unpad segera berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, dekanan fakultas kesehatan hingga pihak rektorat.

Baca Juga: Respons Kampus hingga BEM UI Soal Grup Chat Mahasiswa FH UI yang Diduga Berisi Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan

BEM Kema Unpad menyayangkan tindakan tersebut dan bersikap tegas atas dugaan pelecehan seksual itu.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam serta empat dan solidaritas kepada korban yang terdampak,” begitu potongan isi pernyataan resmi bersama BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad yang diunggah ulang akun Instagram @infipop.id.

BEM Kema dan BEM Kema FKep Unpad juga dengan tegas tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh oknum profesor tersebut.

Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Direncanakan Sejak November 2025 hingga Keputusan Kampus DO Pelaku

“Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apapun,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

X