Minggu, 19 Juli 2026

Penolakan MBG oleh SMAN 1 Ciemas Jadi Sorotan, Guru Disebut Terbebani hingga Dituding Ambil Jatah Siswa

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 13 April 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi MBG. (Pexels/Katerina Holmes)
Ilustrasi MBG. (Pexels/Katerina Holmes)

Hal ini disebut sebagai tudingan yang tidak berdasar dan berpotensi merugikan reputasi tenaga pendidik. Situasi tersebut dinilai menciptakan tekanan sosial sekaligus risiko hukum bagi pihak sekolah.

Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa kondisi tersebut telah mencederai martabat profesi guru. Selain itu, munculnya persepsi negatif di masyarakat dianggap sebagai dampak dari sistem distribusi yang belum optimal.

Sebagai respons, SMAN 1 Ciemas menyatakan keberatan atas pelibatan guru dalam pengelolaan MBG. Sekolah juga menolak tanggung jawab terkait pengelolaan sisa makanan siswa yang tidak hadir.

"Menolak tanggung jawab atas pengelolaan sisa makanan siswa yang tak hadir," terang SMAN 1 Ciemas dalam surat tersebut.

Lebih lanjut, pihak sekolah meminta agar SPPG Al-Mubarokah menyediakan tenaga khusus untuk menangani distribusi makanan. Permintaan ini bertujuan agar proses pembagian dapat berjalan tanpa melibatkan guru secara langsung.

Sekolah juga menekankan pentingnya adanya tim mandiri dari SPPG. Dengan demikian, distribusi MBG dapat dilakukan secara profesional tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG Al-Mubarokah terkait isi surat yang beredar tersebut. Situasi ini masih menjadi perhatian publik dan terus diperbincangkan di media sosial.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X