Kepala sekolah dan teman-teman pelaku dan korban menyatakan bahwa kedua anak tersebut tak pernah memiliki masalah pribadi sama sekali.
Untuk saat olah TKP, si pelaku anak ini tampak benar-benar syok dan tak menyangka bahwa kwjadinaniakan berakhir seperti ini.
Kapolres Sragen mengonfirmasi bahwa kasus ini tengah dalam penanganan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
Mengingat terduga pelaku masih di bawah umur, proses hukum akan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pendidik dan orang tua untuk lebih intensif mengawasi pergaulan anak-anak.
Perilaku saling ejek, yang sering kali dianggap remeh, terbukti dapat memicu konflik fatal hingga berakhir dengan kematian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Perjalanan Hidup Nyak Sandang, Penyumbang Pertama Pesawat RI Asal Aceh Wafat di Usia 100 Tahun, Sempat Dapat Penghargaan dari Presiden Prabowo
Dorong Pemanfaatan Bangunan Terbengkalai, DPRD Jember Minta Pemkab Bentuk Badan Pengelolaan Aset Daerah Jadi Sumber PAD
Korban Banjir Sumatra yang Hilang Selama 5 Bulan Ditemukan Tersangkut dan Sudah Menjadi Kerangka di Aceh Tamiang
Pastikan Pasokan Elpiji 3 Kg Aman di Jember, Pertamina Patra Niaga Terus Lakukan Pantauan di Lapangan
Miris! Warga Kehilangan Motor di Parkiran Samsat Palembang Setelah Selesai Bayar Pajak Kendaraan, Penjelasan Sekuriti soal CCTV Rusak Jadi Sorotan