Lebih lanjut, Fathian menyoroti ketidaksesuaian antara target awal dan realisasi di lapangan. Hingga Desember 2025, jumlah SPPG yang terbentuk baru sekitar 19 ribu unit.
Data terbaru pada April 2026 SPPG meningkat menjadi sekitar 26 ribu, sedangkan jumlah motor yang telah dibeli mencapai sekitar 25 ribu unit.
Menurutnya, jika mengacu pada angka tersebut, total belanja motor sebenarnya tidak sampai menghabiskan anggaran Rp1 triliun, sehingga masih terdapat sisa dana yang cukup besar.
Fathian menduga adanya motif untuk menghabiskan sisa anggaran agar tidak terjadi pemotongan budget pada tahun berikutnya.
"Jadi kalo dihitung, pembelian 25 ribu unit motor dengan anggaran 38 juta itu (anggaran) nggak sampe 1 triliun. Nah di sini permasalahannya, kalo duit belanja mereka lebih kecil dari anggaran, tahun depan bakal dikurangin budgetnya karena nggak habis," jelasnya.
"Tapi, mereka nggak mau kehilangan duitnya, jadi sisa anggaran 200 M ini dipaksakan harus habis, jadi beli motor yang anggarannya 1 unit 50 juta, dipilih lah motor Emmo harganya 49 jutaan," tuturnya.
Tak sampai di situ, Fathian juga mengkritik menilai keputusan BGN memilih kendaraan motor trail untuk operasional SPPG yang dianggap tidak rasional.
Salah satu sorotan utama Fathian adalah pemilihan motor listrik merek Emmo yang disebut memiliki harga lebih tinggi dibanding alternatif lain yang dinilai lebih ekonomis.
Baca Juga: Tegas! BGN Hentikan Insentif Mitra MBG Jika Fasilitas Tak Layak atau Gagal Operasi
"Kenapa yang dibeli motor trail? Apa dikira semua SPPG itu di puncak gunung atau di dasar jurang? Kalau yang pake ukhti-ukhti gimana? susah dong pakenya," sindirnya.
"Nah kenapa nggak pake brand-brand motor buatan dalam negeri yang harganya lebih murah dan spesifikasinya masuk akal," tandasnya.
Fathian juga ikut menyinggung rekam jejak perusahaan yang menyediakan motor untuk SPPG yang dinilai masih baru serta keterbatasan jaringan distribusi.
"Emmo ini perusahaannya aja baru berdiri 2025. Kalo lihat dari website katanya punya 50 dealer, tapi nyatanya gue cek di Google Maps ternyata belum ada," tambahnya.
Artikel Terkait
Viral Pengakuan Mantan Akuntan SPPG yang Bongkar Kecurangan Mark Up Anggaran MBG, Ternyata Begini Skenarionya
Status WhatsApp Petugas SPPG di Purbalingga Jadi Sorotan, Kata ‘Rakyat Jelata’ Picu Protes Warganet
Ustadz Hilmi Firdausi Soroti Video Viral SPPG Cilacap, Sebut Tone Deaf usai Bandingkan Program MBG dengan Kondisi Gaza
Buntut Konten Joget di Dapur MBG, SPPG Milik Hendrik Irawan Resmi Dihentikan, Ini Tanggapannya...
Siapa Pemilik SPPG Viral yang Sawer Valen Akbar di Pamekasan? Pengusaha Emas Ini Mendadak Ramai Jadi Sorotan, Begini Klarifikasi dari Pihak Panitia
Video Viral Mobil SPPG di Bandara Lombok Picu Pertanyaan, Diduga Disalahgunakan untuk Kepentingan Pribadi