Minggu, 19 Juli 2026

Bagaimana Cara Astronot Muslim Melaksanakan Sholat dan Puasa di Luar Angkasa? Berikut Fatwa dan Pedoman Resminya

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Selasa, 7 April 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi astronot di luar angkasa. Bagaimana cara astronot Muslim mendirikan shalat di luar angkasa? Begini tata caranya berdasarkan fatwa dan pedoman resminya. (Photo by Pixabay)
Ilustrasi astronot di luar angkasa. Bagaimana cara astronot Muslim mendirikan shalat di luar angkasa? Begini tata caranya berdasarkan fatwa dan pedoman resminya. (Photo by Pixabay)

Seperti yang telah kita ketahui, zona waktu di luar angkasa sangat berbeda dengan di bumi karena beberapa faktor.

Setelah berbulan-bulan berdiskusi, Dewan Fatwa Nasional Islam Menyusun pedoman bagaimana seorang astronot tetap bisa melaksanakan sholat meski sedang berada di luar angkasa.

Aturan tersebut diterbitkan dalam buku setebal 12 halaman berjudul ‘Kewajiban Muslim di Stasiun Luar Angkasa Internasional’.

Jika sedang berada di dalam bumi, seorang Muslim diwajibkan untuk melaksanakan sholat sebanyak 5 kali sehari dan menghadap ke arah kiblat (Makkah).

Namun, dengan kondisi stasiun luar angkasa yang mengelilingi bumi sebanyak 16 kali dalam sehari, mendirikan sholat dalam kondisi tanpa gravitasi tentu akan sulit untuk dilakukan.

Apa lagi jika dihitung mengikuti perputaran stasiun luar angkasa yang sebanyak 16 kali mengitari bumi dalam 24 jam, astronot diharuskan melaksanakan sholat sebanyak 80 kali dalam sehari.

Selain itu, stasiun luar angkasa yang terus berputar dan menghadap ke arah yang berbeda-beda juga menyulitkan astronot untuk menentukan arah kiblat.

Dewan Fatwa Nasional Malaysia memutuskan bahwa astronot Muslim tidak diwajibkan untuk berlutut saat sholat jika kondisi gravitasi tidak memungkinkan.

Sedangkan menghadap ke arah kiblat atau Makkah saat sholat bisa disesuaikan sesuai dengan kemampuan terbaik sang astronot.

Tidak hanya sholat, ritual ibadah puasa di bulan Ramadhan juga menjadi perhatian khusus karena seorang Muslim diwajibkan berpuasa dari fajar hingga senja.

Sehingga, fatwa tersebut memutuskan bahwa puasa tersebut dapat ditunda hingga sang astronot kembali ke bumi.***

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X