Kamis, 4 Juni 2026

Membedah Strategi Gus Fawait: Saat Kesehatan Jadi Hak, Bukan Kemewahan di Jember

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 1 April 2026 | 16:42 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat melakukan paparan. (Dok Diskominfo Jember)
Bupati Jember Gus Fawait saat melakukan paparan. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah komando Gus Fawait memilih jalur yang lebih menyentuh nadi kehidupan melalui Universal Health Coverage (UHC).

Memasuki kuartal kedua tahun 2026, kesehatan bukan lagi sekadar urusan administrasi di atas kertas, melainkan benteng pertahanan bagi warga kurang mampu.

Tantangan kesehatan seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting memang masih membayangi Jember di awal tahun ini.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait  Puji Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait Stabilitas Harga BBM

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Gus Fawait mengingatkan publik untuk melihat gambaran besar secara objektif.

"Membandingkan data triwulan dengan data tahunan itu tidak apel-ke-apel. Fokus kami adalah memastikan instrumen UHC bekerja efektif meredam hambatan layanan medis bagi masyarakat kelas bawah," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu 1 April 2026.

Baginya, pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti jika jurang akses kesehatan masih menganga lebar.

Baca Juga: Satu Tahun Kepemimpinan Gus Fawait, Pertumbuhan Ekonomi Jember Melesat

Langkah konkret yang paling mencuri perhatian adalah Gerakan Deteksi Dini yang akan digeber mulai akhir April 2026.

Pemerintah Kabupaten Jember memasang target ambisius, seluruh ibu hamil di Jember wajib mendapatkan layanan USG, dengan pemeriksaan ultrasonografi yang merata, risiko komplikasi persalinan dapat dideteksi sejak dini.

Ini adalah upaya preventif untuk memastikan setiap nyawa yang lahir di Bumi Surowiti ini mendapatkan kesempatan hidup yang terbaik.

Baca Juga: Bakal Segera Cairkan Ribuan Beasiswa Cinta Bergema Tahap Dua, Bupati Jember Gus Fawait Proyeksikan Beasiswa S2 dan S3

"Kami memiliki peta jalan yang jelas dalam memimpin Jember. Meski pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan irigasi tetap berjalan sebagai agenda jangka menengah dan panjang, layanan kesehatan ditempatkan sebagai program Quick Win yang dampaknya harus instan dirasakan warga," terangnya.

"UHC adalah bentuk kehadiran negara. Saat warga sakit, mereka tidak boleh lagi dipusingkan oleh biaya, tapi fokus pada kesembuhan," ungkap Gus Fawait.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X