"Kami sedang meninjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan insiden tersebut apakah diakibatkan oleh aktivitas Hizbullag atau aktivitas IDF," begitulah penjelasan Israel dalam pernyataan tertulis di Telegram, dikutip SketsaNusantara.id dari situs berita AFP pada hari Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Israel mengindikasikan bahwa berbagai kemungkinan masih terbuka terkait penyebab ledakan yang menewaskan pasukan penjaga perdamaian dan belum tentu ledakan yang menewaskan personel dari Indonesia merupakan ulah IDF.
"Perlu dicatat bahwa insiden-insiden tersebut terjadi di area pertempuran aktif, di mana tentara IDF beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran," ujarnya.
"Oleh sebab itu, tidak bisa diasumsikan bahwa insiden yang menewaskan pasukan penjaga perdamaian UNIFIL ini terluka disebabkan oleh IDF," pungkasnya.
Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa insiden tragis ini tidak dapat diterima. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
PBB juga memastikan bahwa investigasi tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dari rangkaian insiden tersebut.
Hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan karena asal ledakan tersebut masih belum dapat dipastikan.
"UNIFIL sedang menyelidiki insiden ini untuk menentukan penyebab dari insiden tragis ini. Kami sangat prihatin terkait insiden dan perilaku agresif yang tidak mempedulikan keselamaatan pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir," ujarnya.
PBB menyatakan keprihatinan atas meningkatnya tindakan agresif terhadap personel UNIFIL dalam beberapa waktu terakhir.
Mereka mengutuk keras serangan yang menewaskan 3 personel pasukan penjaga perdamaian dan menyerukan berbagai pihak untuk kembali melakukan perundingan, menyelesaikan konflik ini di meja perundingan.
"Tiga pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas di Lebanon selatan dalam waktu kurang dari 48 jam. Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini, karena pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," tuturnya.
"Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan serta keamanan personel dan properti PBB setiap saat," imbuhnya.
"Sudah terlalu banyak nyawa telah melayang di kedua sisi Garis Biru dalam konflik ini. Tidak ada solusi militer. Kekerasan harus diakhiri," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Pesan Buya Yahya soal Perdebatan Sunni dan Syiah di Tengah Konflik Israel-AS vs Iran, Tekankan Niat Utama Bela Palestina demi Kemanusiaan
Menkeu Purbaya Singgung Harga BBM Subsidi Minyak Dunia Dampak Perang Iran vs Israel-Amerika: Saya Cukup Pintar...
Konflik Timur Tengah Memanas, Beredar Kabar Adik Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Israel Tewas Terkena Serangan Rudal Iran, Begini Faktanya
Serangan Israel Hantam Markas PBB di Lebanon, Satu Prajurit TNI Gugur, Lainnya Koma dan Luka-Luka
Pemerintah Berikan Penghargaan Tertinggi untuk Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan di Lebanon, Publik Desak Indonesia Keluar dari BOP
Indonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Menyebabkan Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Seluruh Pasukan Perdamaian Akan Ditarik?