SketsaNusantara.id – Terobosan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan pelayanan publik langsung ke tengah masyarakat mendapatkan apresiasi luas.
Program unggulan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) dinilai sukses meruntuhkan tembok birokrasi, dan menjadi wadah aspirasi yang sangat efektif bagi warga di wilayah pinggiran.
Camat Tempurejo, Mohammad Najmul Huda, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat di wilayahnya sangat tinggi saat agenda tersebut berlangsung pada Februari lalu.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Bakal Boyong Pelayanan Publik ke Mumbulsari Lewat Program Bunga Desaku
“Momen tatap muka langsung dengan kepala daerah merupakan kesempatan langka yang sangat dinantikan oleh warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 25 Maret 2026.
Huda menjelaskan bahwa, selama ini warga lebih sering menyampaikan keluh kesah melalui perangkat desa atau kecamatan.
Namun, dengan kehadiran bupati secara langsung, masyarakat merasa lebih puas karena bisa berdialog langsung dengan pengambil kebijakan tertinggi di tingkat kabupaten.
Baca Juga: Momen Idul Fitri, Pemkab Jember Percepat Pencairan Hak Keuangan Ribuan Pegawai
"Ada aspek kepuasan batin yang berbeda ketika warga bisa berbicara langsung dengan Bapak Bupati. Keluhan mulai dari sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur mendapatkan respons dan jawaban yang lebih pasti serta instan," ungkap Najmul Huda.
Dia juga menegaskan dukungannya agar skema jemput bola ini terus dipertahankan. Menurutnya, banyak persoalan riil di tingkat akar rumput yang selama ini mungkin tidak terserap secara maksimal jika hanya mengandalkan jalur birokrasi formal.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menekankan bahwa kehadiran fisik pemerintah di lapangan tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi.
Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Pemkab Jember Fasilitasi 516 Warga Lewat Mudik Gratis 2026
“Meski kanal digital terus dikembangkan, masih ada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses maupun literasi teknologi,” jelasnya.
"Kita harus realistis bahwa tidak semua lapisan masyarakat, seperti lansia atau warga di pelosok, sudah melek teknologi. Di sinilah peran program Bunga Desaku sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata bagi mereka yang belum terjangkau layanan daring," kata Regar.
Artikel Terkait
Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen
Sinergi Pemkab Jember dan REI, Sahur Bersama Ribuan Warga hingga Komitmen Tata Ruang
Gus Fawait Tegaskan Larangan Penggunaan Mobil Dinas Milik Pemkab Jember untuk Mudik Lebaran 2026
Pastikan Masyarakat Desa Tahu Banyak Program Strategis Pemkab Jember
Pemkab Jember Siapkan Fasilitas Transportasi Gratis Bagi Pemudik Jelang Lebaran
Tekan Angka Kecelakaan, Pemkab Jember Fasilitasi 516 Warga Lewat Mudik Gratis 2026
Momen Idul Fitri, Pemkab Jember Percepat Pencairan Hak Keuangan Ribuan Pegawai
Pemkab Jember Siagakan Fasilitas Kesehatan Total Selama Musim Libur Lebaran 2026
Pemkab Jember Siagakan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 2026