Minggu, 19 Juli 2026

Bupati Jember Gus Fawait: Kesempurnaan Ibadah Ramadan Terletak pada Keseimbangan Hablum Minallah dan Hablum Minannas

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait saat memberikan tausiah. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat memberikan tausiah. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.idBupati Jember, Gus Fawait, memberikan pesan mendalam mengenai esensi kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. 

Hal itu, disampaikan saat dirinya menjadi khatib salat Idul Fitri di Ponpes Nurul Chotib, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Sabtu 21 Maret 2026.

Gus Fawait menekankan bahwa, momentum Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah) sekaligus hubungan antar sesama manusia (Hablum Minannas).

Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, Pemkab Jember Fasilitasi 516 Warga Lewat Mudik Gratis 2026

​Gus Fawait menjelaskan bahwa, Allah SWT telah mendesain ibadah di bulan suci ini secara berpasangan. Puasa Ramadan sebagai bentuk ketaatan vertikal, disempurnakan dengan kewajiban Zakat Fitrah sebagai bentuk kepedulian sosial.

​"Kesempurnaan hubungan itu adalah ketika kita menjaga hubungan baik kepada Allah dan hubungan baik kepada makhluk-Nya. Jika kita hanya memperbaiki hubungan dengan Allah namun mengabaikan sesama, maka ibadah kita belum mencapai titik sempurna," ujar Gus Fawait.

​Gus Fawait juga mengutip sebuah hadis yang mengingatkan bahwa pahala puasa Ramadan bisa jadi tergantung di antara langit dan bumi jika tidak disempurnakan dengan zakat fitrah bagi mereka yang mampu. Hal ini menurut dia adalah teguran keras agar umat Islam tidak menjadi egois dalam beragama.

Baca Juga: Pemkab Jember Siapkan Fasilitas Transportasi Gratis Bagi Pemudik Jelang Lebaran

​“Sebab keunikan tradisi masyarakat Indonesia pasca-Ramadan, yakni Halal Bihalal dan silaturahmi merupakan langkah konkret untuk menghapus dosa yang tidak bisa luntur hanya dengan berpuasa,” imbuhnya.

Puasa dan ibadah malam Ramadan berfungsi menghapus dosa kepada Allah SWT. Lalu, silaturahmi, saling memaafkan, dan Halal Bihalal berfungsi menghapus dosa antar sesama manusia. 

“Melalui kombinasi keduanya, umat diharapkan benar-benar kembali ke keadaan fitrah (suci) saat merayakan lebaran,” paparnya.

Baca Juga: Pastikan Masyarakat Desa Tahu Banyak Program Strategis Pemkab Jember

​Menutup pesan singkatnya, Gus Fawait mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dengan keluarga, pasangan, guru, hingga mertua. Keseimbangan dalam menjaga hubungan inilah yang ia sebut sebagai ciri manusia yang berhasil lulus dari ujian bulan Ramadan.

​"Semoga kita semua bangkit dalam keadaan telah mendapatkan ampunan total, baik dari sisi ketuhanan maupun kemanusiaan," pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X