SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember mulai mengambil langkah konkret dalam mengintegrasikan peran lembaga pendidikan Islam ke dalam kebijakan pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan dalam pertemuan bertajuk Silaturahmi dan Sahur Bersama yang diinisiasi oleh Bupati Jember, Gus Fawait, di Pendopo Wahyawibawagraha pada Minggu dini hari 15 Maret 2026 dini hari.
Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran kyai, gus, dan lora dari berbagai penjuru Jember tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan menjadi momentum konsolidasi untuk memetakan solusi atas persoalan sosial ekonomi yang selama ini menghambat kemajuan Jember.
Baca Juga: Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen
“Salah satu terobosan yang dihasilkan adalah rencana pembentukan forum komunikasi formal yang menghubungkan Pemkab dengan dunia pesantren secara terstruktur,” ujarnya.
Gus Fawait memproyeksikan forum ini akan dikoordinasikan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan diperluas hingga tingkat kecamatan dengan melibatkan para Camat.
“Melalui saluran komunikasi ini, pemerintah berharap program-program prioritas seperti pencegahan pernikahan anak dan edukasi kesiapan berumah tangga dapat tersampaikan secara efektif kepada para santri sebelum mereka menyelesaikan masa pendidikannya,” paparnya.
Baca Juga: Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
Strategi ini didasari oleh realitas bahwa titik pusat kemiskinan di Jember dominan berada di kawasan pedesaan, di mana pondok pesantren memiliki otoritas moral dan kedekatan emosional yang sangat kuat dengan warga sekitar.
Keunggulan sosiologis pesantren ini dipandang sebagai kunci utama untuk menggerakkan roda ekonomi desa.
“Selain pemberdayaan ekonomi, kolaborasi ini ditargetkan mampu menekan angka stunting melalui sosialisasi kesehatan dan pemenuhan gizi,” jelasnya.
Baca Juga: Sediakan Layanan On Call, Pemkab Jember Bakal Maksimalkan Pelayanan Home Care
Termasuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pendekatan budaya yang lebih persuasif bagi masyarakat desa.
Di sisi lain, Gus Fawait menekankan pada masa depan lulusan pesantren juga menjadi perhatian utama melalui penyelarasan dengan program SMK Global milik pemerintah pusat.
Artikel Terkait
Jamin Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar
Sidak Menu Makan Bergizi Gratis di Jalan Batu Raden, Pemkab Jember Beri Teguran Keras
Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Pemkab Jember Jadwalkan Penyerahan Honorarium Guru Ngaji Tahap I 2026
Jaga Estetika Ramadan, Pemkab Jember Tata Kawasan Pedestrian Secara Humanis
Apresiasi Jelang Lebaran, Pemkab Jember Cairkan Insentif Ribuan Tokoh Agama
Apresiasi Pengabdian, Pemkab Jember Jamin Beasiswa Khusus Putra-Putri Kader Posyandu
Sediakan Layanan On Call, Pemkab Jember Bakal Maksimalkan Pelayanan Home Care
Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen