SketsaNusantara.id – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Kepolisian Resor (Polres) Jember memperketat aturan terkait pelaksanaan takbir keliling.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, menegaskan bahwa penggunaan sistem suara bervolume tinggi atau yang akrab disapa sound horeg dilarang keras untuk digunakan dalam kegiatan takbir keliling di jalan raya.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan memastikan masyarakat dapat merayakan malam kemenangan dengan aman dan nyaman.
Baca Juga: Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen
Menurut AKBP Bobby, pembatasan ini juga merujuk pada regulasi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Untuk sound horeg, kami imbau agar tetap di titik-titik tempat saja dan tidak boleh berkeliling. Jika ada yang melanggar, tentu akan ada tindakan karena sudah ada aturan dari Ibu Gubernur mengenai batas desibel yang diperbolehkan," tegas Kapolres Jember saat ditemui di sela peninjauan pos pengamanan.
Selain masalah polusi suara, pihak kepolisian tetap memperbolehkan masyarakat melakukan takbir keliling asalkan dilakukan secara tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas.
Baca Juga: Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
“Fokus utama petugas adalah mencegah terjadinya kemacetan parah dan kecelakaan di titik-titik rawan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, titik rawan kemacetan juga m njadi perhatian khusus. Di antaranya, Simpang Empat Mangli yang merupakan pintu masuk-keluar utama Jember, serta jalur protokol seperti Jalan Ahmad Yani dan Trunojoyo.
Petugas juga disiagakan di kawasan kampus UNEJ saat waktu berbuka (berburu takjil) dan di berbagai objek wisata, seperti Pantai Watu Ulo dan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma).
Baca Juga: Sediakan Layanan On Call, Pemkab Jember Bakal Maksimalkan Pelayanan Home Care
Kapolres menambahkan bahwa seluruh elemen stakeholder di Jember telah berkolaborasi untuk memastikan stabilitas bahan pokok, ketersediaan BBM, hingga keamanan jalur wisata.
"Harapan kami, seluruh masyarakat Jember bisa merayakan Lebaran dengan tenang. Sebagaimana tagline kami, Mudik Aman, Keluarga Bahagia, kami ingin memastikan keluarga yang menunggu di rumah bisa menyambut kepulangan pemudik dengan penuh sukacita tanpa gangguan kamtibmas," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Jamin Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar
Sidak Menu Makan Bergizi Gratis di Jalan Batu Raden, Pemkab Jember Beri Teguran Keras
Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Pemkab Jember Jadwalkan Penyerahan Honorarium Guru Ngaji Tahap I 2026
Jaga Estetika Ramadan, Pemkab Jember Tata Kawasan Pedestrian Secara Humanis
Apresiasi Jelang Lebaran, Pemkab Jember Cairkan Insentif Ribuan Tokoh Agama
Apresiasi Pengabdian, Pemkab Jember Jamin Beasiswa Khusus Putra-Putri Kader Posyandu
Sediakan Layanan On Call, Pemkab Jember Bakal Maksimalkan Pelayanan Home Care
Urai Kemacetan Ramadan, Pemkab Jember Bakal Kembali Uji Coba Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
Pemkab Jember Pastikan PPPK Paruh Waktu Terima THR 50 Persen