Minggu, 19 Juli 2026

MUI Soroti Fenomena Pengemis Musiman Jelang Idul Fitri 1447 H, Anak-anak Diduga Jadi Korban Eksploitasi di Jalanan

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Jumat, 13 Maret 2026 | 12:00 WIB
Eksploitasi anak untuk mengemis meningkat jelang Idul Fitri, MUI desak pemerintah lakukan penertiban dan pembinaan (Pixabay.com/Myriams-Fotos)
Eksploitasi anak untuk mengemis meningkat jelang Idul Fitri, MUI desak pemerintah lakukan penertiban dan pembinaan (Pixabay.com/Myriams-Fotos)

SketsaNusantara.id - Fenomena meningkatnya jumlah pengemis musiman menjelang Idul Fitri kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena tidak jarang melibatkan anak-anak yang diduga menjadi korban eksploitasi demi memperoleh belas kasihan dari masyarakat.

Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) dari Majelis Ulama Indonesia, Siti Ma'rifah, menyoroti persoalan tersebut dan meminta pemerintah mengambil langkah lebih tegas dalam menangani praktik pengemis musiman, terutama yang melibatkan anak-anak.

Menurutnya, fenomena ini sering muncul menjelang momen besar keagamaan seperti Lebaran, ketika tingkat aktivitas masyarakat di ruang publik meningkat dan potensi memperoleh sedekah lebih besar.

Baca Juga: Iran Bisa Absen dari Piala Dunia 2026? Pernyataan Donald Trump dan Situasi Politik Memicu Ketidakpastian

Ma’rifah menyampaikan bahwa langkah penertiban di lapangan memang penting, tetapi pemerintah juga perlu menyiapkan upaya pencegahan agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Ia menilai pendekatan yang dilakukan tidak boleh hanya berfokus pada penindakan. Pemerintah juga harus memberikan pembinaan dan edukasi kepada keluarga yang terlibat agar anak-anak tidak kembali dimanfaatkan sebagai alat mencari uang di jalanan.

Menurut Ma’rifah, anak-anak yang berada di jalanan untuk mengemis sering kali bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena dorongan atau tekanan dari orang dewasa di sekitarnya.

Baca Juga: Eks Menag Yaqut Resmi Ditahan Atas Dugaan Kasus Korupsi Kuota Haji, Warganet Soroti Banser yang Ramai-Ramai Geruduk Kantor KPK: Banser Bela Koruptor?

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menangani masalah tersebut. Keterlibatan berbagai lembaga seperti dinas sosial, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat dinilai sangat diperlukan.

“Anak-anak ini pada dasarnya menjadi korban eksploitasi. Mereka harus dilindungi dan dibina, bukan sekadar ditertibkan,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat 13 Marfet 2026.

Selain perlindungan terhadap anak, Ma’rifah juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia menilai anak-anak perlu diajarkan nilai kemandirian dan semangat untuk memberi, bukan sekadar meminta bantuan dari orang lain.

Baca Juga: Geger! Ustadz Berinisial SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Sesama Jenis

Dalam pandangannya, pembentukan mental yang kuat sangat penting agar generasi muda tidak terbiasa bergantung pada belas kasihan orang lain sebagai cara memenuhi kebutuhan hidup.

Ia juga mengingatkan bahwa kemiskinan masih menjadi faktor utama yang melatarbelakangi munculnya pengemis musiman. Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X