SketsaNusantara.id - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa terpantau melakukan sidak ke Pasar Tanah Abang Jakarta pada hari Senin, 9 Maret 2026.
Hal tersebut dilakukan untuk memeriksa kondisi aktivitas ekonomi masyarakat belakangan ini. Menkeu menyoroti sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia sedang mengalami krisis hingga menimbulkan resesi yang membuat pasar sepi.
Di tengah kekhawatiran tersebut, Purbaya menilai ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang cukup bagus.
"Banyak ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli hancur, pasar sepi. Saya ingin cek langsung, karena kalau lihat data kita, ekonomi lagi bagus," ujarnya pada awak media, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV.
Pada kesempatan itu, Purbaya memastikan kondisi di lapangan dangan bertanya kepada sejumlah pedagang di pasar. Berdasarkan pengamatannya, aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang masih tetap berjalan seperti biasa.
Pengakuan dari salah satu pedagang menyebut aktivitas belanja di pasar masih terbilang ramai dan masyarakat masih terus berbelanja. Berdasarkan pengamatan tersebut, Purbaya menilai kondisi ekonomi nasional masih cukup bagus dan jauh dari risiko krisis.
"Kita akan dorong terus ekonomi. Biar yang lain jelek-jelekin, nggak apa-apa. Kita dorong ekonomi di bawahnya biar makin lama, makin maju, makin maju, makin maju," kata Purbaya kepada para pedagang dan sejumlah pembeli di Pasar Tanah Abang.
Baca Juga: Tanggapi THR Pekerja Swasta Dipotong Pajak Tapi ASN Tidak, Menkeu Purbaya: Protes Ke Bosnya Juga!
Kondisi ekonomi saat ini memang mendapat sorotan tajam dari beberapa ekonom dan akademisi yang menyoroti nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang "memerah" dan mengalami tekanan belakangan ini.
Tak hanya itu, rupiah juga kian melemah dan tembus Rp17 ribu per dolar. Menanggapi kondisi ini, Menkeu Purbaya menilai pelemahan rupiah dan koreksi tajam IHSG tidak lepas dari anggapan yang muncul setelah sebagian ekonom menyampaikan pandangannya soal ekonomi Indonesia menuju resesi.
Dengan melihat kondisi pasar saat ini, Menkeu Purbaya menilai bahwa perekonomian belum menunjukkan tanda perlambatan, apalagi menuju resesi.
"Jangankan krisis, resesi aja belum, melambatnya aja belum, kita masih ekspansi, masih akselerasi," ucap Purbaya.
"Rupiah 17 ribu, IHSG anjlok, karena sebagian teman-teman ekonom bilang karena kita sudah resesi, katanya mulai krisis kaya 1998 lagi, daya beli sudah hancur dan sebagainya padahal tidak seperti itu," ungkapnya.
Artikel Terkait
Purbaya Kritisi Serangan Militer Amerika, Menkeu Optimis IHSG Rupiah Tetap Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela Pasca Penangkapan Nicolas Maduro
Rupiah Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya Optimis Penguatan Segera Terjadi
Singgung Praktik Masa Lalu, Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Akan Minta Tolong Presiden atau Kejaksaan Usai Pejabat Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK
Menkeu Purbaya Ungkap Biang Kerok 'Keributan' PBI JKN: Penonaktifan Mendadak 11 Juta Peserta BPJS Justru Bikin Pemerintah Rugi? Ini Alasannya
Momen Unik Purbaya Ikutan Live TikTok Bareng Anak saat Sahur, Sindiran Halus Menkeu Tanggapi Polemik Alumni LPDP yang Viral di Medsos Jadi Sorotan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Respons Kabar THR Swasta yang Kena Pajak tapi ASN Tidak, Arahkan Karyawan Protes ke...