Menurutnya, intoleransi tidak hanya muncul dalam bentuk tindakan fisik. Intoleransi juga dapat muncul melalui kebijakan yang diskriminatif atau komentar kebencian di ruang digital.
"Saya percaya bahwa kerukunan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia harus dirawat, dijaga, dan diperjuangkan oleh semua elemen bangsa, tokoh agama, masyarakat sipil, dan individu warga negara. Tanpa perlawanan kolektif terhadap intoleransi, kita akan kehilangan rumah besar bernama Indonesia, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siapa pun untuk hidup dan beribadah sesuai keyakinannya," tegas Gus Miftah.
Ia juga menekankan pentingnya membangun harmoni dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial. Nilai tersebut dinilai penting untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan media sosial. Ujaran kebencian yang muncul di ruang digital dinilai dapat memicu konflik di dunia nyata.
Karena itu, pendidikan toleransi di dunia digital dianggap perlu diperkenalkan sejak dini. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Brigjen TNI Bambang Sujarwo juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menilai keberagaman menjadi identitas bangsa yang harus dijaga bersama.
"Saya mengimbau kepada seluruh pemeluk agama agar saling menghormati, menghargai, dan menjunjung tinggi toleransi. Apabila ada masalah, selesaikanlah dengan cara bermusyawarah untuk menemukan jalan terbaik, sehingga kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dapat terwujud menjadi negara yang Ayom Ayem Toto Titi Tentrem," pesan Bambang Sujarwo.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog bagi tokoh agama dan masyarakat untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Melalui pertemuan lintas agama ini, pesan tentang pentingnya toleransi kembali disampaikan kepada masyarakat luas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ada Sinyal Asmara? Bukan Sekadar Tamu, Aura Kasih Bikin Heboh di Ultah ke-54 Dedi Mulyadi! Gus Miftah: Siapa Tahu Jodoh
Cak Nun dan Gus Miftah Pernah Cangkruk di Sini! Spill Warung Kuliner Nasi Rawon Ternikmat di Jombang, Irisan Empal Dagingnya Bikin Makan Auto Lahap
Gus Miftah Sambangi Guru Madrasah Diniyah di Demak yang Dituntut Rp25 Juta, Pimpinan Pesantren Ora Aji: Gajinya Rp...
Gus Miftah Bantu Kyai Zuhdi, Guru Ngaji yang Dipolisikan: Dari Penebusan Rp25 Juta hingga Hadiah Umrah
Menghadiri Peringatan Hari Lahir Pondok Pesantren Ora Aji yang Diasuh oleh Gus Miftah, Gibran Singgung Program Presiden dalam Pidatonya