Kamis, 4 Juni 2026

Dialog dengan BEM, Gus Fawait Ajak Mahasiswa Wujudkan Pembangunan Jember Baru Jember Maju

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 23:39 WIB
Bupati Gus Fawait saat memberikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)
Bupati Gus Fawait saat memberikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat sinergi lintas generasi melalui agenda Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Tokoh Pemuda yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu 7 Maret 2026 malam.

Momentum ini dimanfaatkan Bupati Jember, Gus Fawait, untuk membuka ruang dialog strategis bersama perwakilan organisasi kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jember.

Dalam arahannya, Gus Fawait menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa sangat krusial dalam pembangunan daerah. Ia berharap forum ini menjadi agenda rutin untuk menyerap aspirasi murni dan pemikiran kritis yang objektif.

Baca Juga: Pemkab Jember Terus Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik

"Kami membutuhkan ide-ide segar dan orisinal dari kalangan mahasiswa. Mereka memiliki keberanian untuk berpikir di luar kebiasaan (out of the box), yang sangat diperlukan untuk membedah tantangan daerah," ujar Gus Fawait.

Gus Fawait menekankan bahwa, masukan langsung dari pemuda berfungsi sebagai penyeimbang laporan formal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga pemerintah mendapatkan potret kondisi lapangan yang lebih akurat.

Menoleh ke belakang, Gus Fawait memaparkan rapor merah yang diterimanya saat awal menjabat, terutama terkait tingginya angka kemiskinan ekstrem di Jember. Sektor kesehatan menjadi titik fokus pertama lewat kebijakan efisiensi anggaran besar-besaran.

Baca Juga: Sidak Menu Makan Bergizi Gratis di Jalan Batu Raden, Pemkab Jember Beri Teguran Keras

Pemulihan RSUD, misalnya dari kondisi hampir kolaps dengan utang Rp214 miliar, kini RSUD dr. Soebandi mencatat kenaikan pendapatan dari Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar dalam setahun.

Pemerintah juga menunda pengadaan mobil dinas dan memangkas biaya seminar demi memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

“Selanjutnya, menghadapi data 1.532 sekolah rusak berat, Pemkab Jember telah berhasil memperbaiki hampir 40 persen di antaranya pada tahun 2025 melalui kolaborasi dana APBD dan APBN,” imbuhnya.

Baca Juga: Jamin Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemkab Jember Gelar Operasi Pasar

Selain itu, sebanyak 20 ribu mahasiswa asal Jember kini telah terjangkau oleh program beasiswa daerah.

Di bawah kepemimpinannya, Jember juga melakukan reformasi birokrasi melalui sistem pengaduan digital Wadul Gus’e.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X